04

Kamar Ideal Bagi Asisten Rumah Tangga

Asisten rumah tangga yang menginap sudah selayaknya mendapat ruang istirahat. Memadai sekaligus memenuhi unsur kesehatan. Ada beberapa contoh tipe kamar yang bisa menjadi panduan.

Kamarnya tidak harus luas. Tetapi bukan pula dianaktirikan tanpa pertimbangan yang matang. Hanya karena dia bukan anggota keluarga, tetapi hanya pekerja rumah tangga.

Umumnya memang kamar asisten rumah tangga bukan prioritas dalam pendirian suatu rumah. Ruangnya sering diposisikan dari tanah yang tersisa. Bukan hal yang sebenarnya perlu diperdebatkan. Karena memang anggota keluarga tetap perlu diutamakan. Di samping mengedepankan estetika dan desain sesuai selera serta kenyamanan para penghuninya.

Namun dengan mendesain kamar asisten, setidaknya desain rumah tidak berubah signifikan. Perubahan yang kadang terjadi akibat tidak ada perencanaan detail atau terencana menghadapi masa depan. Seperti kemungkinan adanya asisten yang menginap dan akhirnya kamar dibuat serba asal. Pada akhirnya berdampak pada keindahan struktur ruangan.

Ukuran yang sehat

Ukuran standar yang bisa diperuntukkan bagi kamar asisten adalah 1,8 x 2 meter. Ukuran ini bisa di huni oleh satu atau dua orang. Masih tersisa ruang gerak yang cukup fleksibel. Asal penempatan barang-barang tidak memakan tempat.

Jika ukuran tersebut tidak bisa Anda penuhi, minimal luasnya masih manusiawi untuk ditinggali. Tidak saling berimpitan dan tidak bisa difungsikan selain hanya untuk berbaring. Asisten, baik seorang diri maupun lebih, dapat bergerak dengan sehat.

Udara dan cahaya lancar terganti

Upayakan udara dan cahaya terganti dengan lancar. Ventilasi cukup lebar sehingga memungkinkan alirannya bergerak alami. Begitu pula dengan sinar matahari yang dapat masuk serta menerangi. Alhasil kamar menjadi lebih bersih. Jauh dari karakter lembap, suram, dan disukai binatang sebagai sarangnya. Stamina asisten pun lebih terjaga.

Selebihnya, cahaya yang berganti dan terlihat langsung akan sangat menguntungkan. Asisten dapat membaca perubahan waktu, yang sangat mendukung jam istirahat dan kerjanya.

Sediakan perabot yang mendukung

Sediakan perabot yang mendukung. Tempat tidur susun plus kasur bersprei, sebuah meja, cermin yang digantung pada dinding, lemari yang mampu memuat pakaian asisten, dan sebagainya. Anda juga bisa menambahkan kipas angin atau penyejuk udara lain agar tidak gerah selama berada di kamar.

Jika memungkinkan, lengkapi dengan kamar mandi dalam. Bagian sanitasi yang tetap terpenuhi unsur sehatnya.

Dekat dengan ruang geraknya

Posisikan kamar asisten sedekat mungkin dengan ruang-ruang peredarannya. Contohnya dapur dan ruang cuci. Jarak yang tidak terlalu jauh akan memangkas waktunya. Jadi saat hendak mengambil jam istirahat, asisten tidak melalui rute yang berliku. Pun saat dibutuhkan segera, asisten dapat beranjak secepatnya. 

Berprivasi

Perhatikan pula unsur privasi yang tetap merupakan hak asisten. Meski kamarnya bagian tak terpisahkan dari rumah Anda. Minimalisir gangguan dari luar supaya tak bisa masuk dengan bebas ke kamarnya. Ruangan tidak transparan atau tembus pandang. Buka akses keluar langsung lewat garasi tanpa harus menuju ruang keluarga. Sekaligus upaya untuk menghormati kepentingan pribadinya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments