02

Bila Mertua Meminta untuk Meneruskan Usahanya

Dalam pernikahan, relasi memang tidak berhenti pada pasangan. Ada berbagai permintaan dan penawaran yang mesti dihadapi. Termasuk salah satunya menyikapi permintan mertua untuk meneruskan usahanya.

Namun tentunya berbeda dengan permintaan dari teman atau saudara sendiri. Mertua adalah sosok istimewa yang membutuhkan perlakuan khusus. Apalagi bila sudah meminta secara spesifik dan menyangkut hal yang esensial, sudah pasti ribuan cara harus dipikirkan dengan seksama. Usaha mertua yang barangkali merupakan usaha turun temurun keluarga besarnya.

Tidak bisa serta merta menolak. Tetapi mengabulkan juga belum tentu jadi keputusan terbaik bagi keluarga kecil Anda. Tarik ulur wajib dimainkan. Sebab, seolah-olah, kepentingan, kebutuhan, dan masa depan jadi tergantung pada usaha mertua nantinya.

Sedang dari pihak mertua, banyak alasan mengapa sampai menawarkan peluang usaha pada Anda. Alasan yang tak perlu selalu dipandang sebagai pemaksaan. Tak ada salahnya untuk meneruskan. Di sisi lain, tetap ada benarnya Anda menolak dan memilih berpenghasilan dari sumber lainnya.

Ketahui konsekuensi menerima atau menolak

Jangan asal mengucap ya atau tidak. Ketahui dengan pasti konsekuensi yang mesti ditanggung atas tawaran mertua. Andaikan Anda menerima atau menolak, sedikit banyak akan berimbas pada kehidupan pribadi. Termasuk hubungan dengan mertua yang mungkin saja tidak seperti semula.

Bicarakan saja tentang konsekuensi ini dengannya. Karena tujuannya bukan semata-mata membuka obrolan. Atau diarahkan pada iming-iming materi. Akan tetapi lebih tepatnya saling menyamankan diri sehingga tidak ada yang terbebani.

Bicarakan perihal keuangan

Bahas pula perihal keuangan. Topik pembicaraan yang cukup sensitif namun sebenarnya tak perlu dihindari. Dalam posisi ini, anggap saja mertua sejenak sebagai rekan kerja. Ada sisi profesional yang harus diusung meski kelak dianggap sebagai usaha sendiri.

Anda dan mertua dapat merumuskan pembagian keuntungan yang adil, modal selanjutnya untuk meneruskan usaha, serta bukan tidak mungkin memikirkan seandainya usaha sampai gulung tikar. Ingat, seringkali usaha yang dijalankan oleh beberapa anggota keluarga berjalan tidak efisien. Mengingat ketiadaan aturan baku atau pengabaian profesionalisme.

Adakah alasan domestik yang perlu diprioritaskan?

Selain itu, coba tilik kembali alasan dari mertua. Terkadang, ada alasan domestik yang lebih layak diperhitungkan, walau sebenarnya tidak signifikan untuk kemajuan usaha.

Contoh nyata misalnya, mertua tidak ingin jauh dari anak-anaknya. Sehingga meminta usaha diambil alih. Mertua tidak lagi mengutamakan laba, tetapi hubungan personal antar anggota keluarga yang terikat lewat sebuah usaha.

Sampai kapan?

Begitu pula dengan batasan waktu. Belum tentu meneruskan usaha mertua dilaksanakan tanpa batas. Alias selama-lamanya. Terlebih ada anggota keluarga lain yang lebih siap dan lebih berharap menggantikan posisi mertua. Saudara kandung pasangan, misalnya.

Oleh karenanya, beri tenggat yang jelas pada diri sendiri dan keluarga. Sampai kapan Anda akan membantu. Imbuhkan alasan yang tak kalah kuatnya. Ingin melanjutkan jenjang studi, berkarya sesuai renjana, lebih mandiri dengan jerih payah sendiri, merintis usaha pribadi seperti mertua, dan sebagainya. Termasuk memenuhi permintaan dengan alasan menjadikannya sebagai ajang pengalaman. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments