01

Kerap Dijadikan Tameng oleh Bos

Sekali dua kali karena kondisi darurat, bos meminta Anda menggantikan posisinya. Berada di garis depan alias sebagai tameng. Tapi bila sampai keterusan, justru Anda tak diuntungkan. Selesaikan dengan cara-cara yang elegan.

Atasan akan terus menerus meminta Anda sebagai wakilnya. Jenis pekerjaan yang bukan ranah Anda mau tak mau mesti dikerjakan. Kadang menyenangkan, namun tak jarang sangat menyulitkan. Mendapat komplain dari klien, gugatan dan kritikan dari berbagai pihak, termasuk pandangan yang tak sedap dari rekan-rekan yang lain. Mereka akan berpikir bahwa Anda adalah anak emas atasan.

Sedang bos hanya ingin tahu perkara beres. Tidak mau ambil pusing dengan segala problem yang harus Anda hadapi. Karena ia tidak bisa berperan sebagai mentor yang memberi solusi, apalagi tampil sebagai atasan yang mengayomi.

Beri batasan

Lagi-lagi, dalam kondisi darurat, menjadi tameng atasan bisa dibenarkan. Umpamanya bos sedang sakit atau terjebak macet yang membuatnya terlambat menemui klien di kantor. Tetapi jangan ciptakan kesempatan agar bos terus memanfaatkan posisi Anda. Hentikan peluang tersebut dengan membuat batasan yang jelas bagi diri sendiri. Jadi tak selamanya setiap ada situasi tertentu, Anda yang harus maju.

Mereka perlu tahu siapa Anda

Beritahu siapa Anda. Tepatnya Anda bukan atasan, melainkan hanya perwakilan. Sehingga pihak-pihak yang sedang Anda hadapi tidak mencurahkan segala tetek bengek pada Anda seorang. Sedari awal menyadari Anda tidak bisa disalahkan dan dimintai pertanggungjawaban. Konsumen, klien, dan pihak di luar perusahaan tetap akan mencari atasan untuk mencari duduk perkara yang sebenarnya. Sedikit keterangan yang pada akhirnya menuntut bos terjun menangani sendiri.

Minta pendapat rekan atau bagian kepegawaian

Sebab atasan adalah pucuk pimpinan, maka penyelesaian tameng ini menjadi lebih kompleks. Tapi tak mengapa bila Anda meminta pendapat teman kerja atau bagian kepegawaian. Siapa tahu mereka memiliki perasaan yang sama dengan Anda. Penyatuan suara bisa diperoleh dan membuat atasan lebih peka dengan sikapnya selama ini.

Ajak bos kembali ke aturan semula

Namun tetap ada benarnya Anda berbicara langsung dengan atasan. Pembicaraan yang terkemas saat laporan tugas secara lisan. Terselip dan disampaikan secara perlahan-lahan. Dituturkan dalam bahasa yang santun. Diplomasi yang tegas, tapi tetap efektif mengingatkan atasan agar kembali pada aturan semula. Yakni aturan yang telah menyebutkan sederet tugasnya sebagai pemimpin perusahaan.

Hindari kontak lisan

Untuk sementara, Anda bisa menghindari kontak lisan. Sebagai gantinya, lakukan komunikasi melalui surat elektronik atau sekretarisnya. Lakukan cara ini dengan elegan tanpa terkesan benar-benar menjauhi atasan. Minimal mampu memberi sinyal bahwa Anda keberatan berperan sebagai tameng.

Hengkang saja

Jika memang tak ada cara yang mempan, sebaiknya hengkang saja. Atasan memang tidak pantas memasang perisai ke dalam tugas Anda. Temukan pekerjaan baru di mana Anda bisa menikmati pekerjaan dan menjalani dengan penuh suka cita. Seiring berjalannya waktu, mungkin kelak Anda bisa menjadi atasan yang lebih bijak. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments