24

Tak Repot Saat Dicopet di Negeri Orang

Kecopetan saat berlibur di negeri orang sungguh sebuah malapetaka. Tak bisa dibayangkan berada di negeri asing tanpa pegangan suatu dokumen atau uang tunai sepeser pun. Tapi jangan khawatir. Ada jalan yang masih bisa ditempuh.

Terutama saat Anda berlibur sendirian. Informasi untuk menolong diri sendiri harus diketahui dengan pasti. Walau pada akhirnya tentu saja mengganggu jadwal berlibur karena lebih diperuntukkan mengurus dokumen-dokumen penting yang telah hilang. Bila Anda pergi berombongan, relakan saja ditinggal sendiri. Yang terpenting beberapa bukti kewarnegaraan bisa diperoleh dan dapat kembali ke negeri sendiri. Ketimbang terlunta-lunta entah berapa lama.

Karenanya sangat disarankan bagi Anda yang mengunjungi suatu negara agar segera melapor ke kantor kedutaan atau konsulat begitu tiba. Sekalipun tidak mengalami kecopetan, keberadaan Anda sudah terdeteksi dan menjadi garansi diri sendiri. Di sana Anda hanya akan diminta mengisi form. Tidak ada pungutan biaya apapun. Pergi berlibur lebih terjamin dan menangkis gangguan.

Tetap tenang

Tetap tenang ketika menyadari barang-barang berharga sudah hilang. Dompet dengan sederet kartu identitas, paspor, kartu debet maupun kredit, dan uang bekal di dalamnya. Termasuk ponsel yang menyimpan nomor-nomor orang terdekat.

Cari tempat untuk menepi. Duduk dan jernihkan pikiran. Semata-mata agar Anda lebih mudah menemukan jalan keluar. Tidak buntu dan panik berkepanjangan.

Blokir nomor

Jika dapat menemukan telepon yang bisa dipinjam, segera hubungi pihak bank dan ajukan permintaan blokir terhadap rekening Anda. Jangan sampai pencopet menyalahgunakan kartu. Dalam waktu sekejap isi saldo bisa terkuras dan tak menyisakan sedikitpun.

Laporkan ke polisi setempat

Lalu tanya pada orang-orang sekitar di mana letak kantor polisi terdekat. Atau setidaknya pihak keamanan yang paling mungkin dijangkau. Bukan sekadar melapor, Anda bisa meminta police report dari negera tersebut untuk ditindaklanjuti. Selain itu guna menegaskan bahwa Anda bukan pendatang ilegal.

Di samping itu, jangan ragu minta bantuan polisi guna menunjukkan lokasi kantor kedutaan atau konsulat. Bagaimana cara ke sana dan bila Anda tak mempunyai ongkos untuk pergi, jelaskan saja situasinya. Sebab perwakilan kedutaan tiap negara hanya satu, sedang kantor konsulat belum tentu ada untuk tiap kota.

Datangi kedutaan atau konsulat

Mendatangi kedutaan bukan serta merta mendapat paspor yang baru. Sebagai bekal, Anda akan diberi Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Pengajuan paspor sementara ini diikuti syarat penunjukkan kartu identitas (KTP, akte lahir, kartu keluarga, buku nikah), surat dari polisi, fotokopi paspor asli jika ada, mengisi formulir, 2 foto, dan membayar biaya sekitar US$ 5.

Dalam satu jam SPLP bisa digenggam. Tetapi bila Anda tidak bisa memenuhi syarat, dokumen baru bisa terbit setelah berhari-hari. Karena itu, sebelum pergi sebaiknya scan atau foto dokumen-dokumen tersebut lalu simpan dalam penyimpanan digital Anda yang bisa diakses dari mana saja.

Cari data di email atau hubungi orang terdekat

Nah, jika Anda memang tidak memiliki back up dokumen apapun, coba hubungi orang-orang terdekat dan katakan untuk segera mengirim lewat email. Atau buka saja salinannya di email bila Anda sudah menyimpan. Tunjukkan pada petugas kedutaan dan masalah Anda bisa cepat teratasi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments