20

Membuat Anak Bisa Mandi Sendiri

Bisa mandi sendiri merupakan salah satu materi yang perlu diberikan pada anak. Tapi kapan dan bagaimana, itu yang sering membuat orang tua bingung memulainya.

Apakah perlu diajarkan sejak dini atau mesti menunggu dia masuk sekolah? Terkait hal ini pada dasarnya tergantung dari pertimbangan orang tua sepenuhnya. Bisa saja seorang anak sebelum menginjak lima tahun sudah mahir mandi sendiri. Tetapi ada pula anak yang baru benar-benar mandiri mandi di umur yang lebih dewasa.

Namun ada beberapa ahli yang berpendapat, sebaiknya anak mulai belajar mengurusi mandinya sendiri di rentang umur enam hingga tujuh tahun. Usia yang diperkirakan memiliki cukup kematangan menangkap instruksi. Juga nalar serta kesadaran akan pentingnya mandi. Sehingga orang tua lebih terbantu dalam melatih anak-anaknya.

Berbeda dengan usia yang kurang dari itu. Mandi sering kali dianggap sebagai ajang permainan dan bersenang-senang belaka. Kurang mampu menangkap esensi dan maknanya. Membuat orang tua cukup repot dalam proses pelatihan. Akhirnya waktu yang dibutuhkan hingga anak bisa melakukan sampai sempurna berlangsung lama.

Siapkan perangkat mandi

Pertama, mulai dari perangkat mandi. Sabun, sampo, sikat gigi dan pastanya, tak ketinggalan handuknya. Bila perlu ajak anak memilih mana barang-barang yang dia sukai, supaya aktivitas mandi lebih menarik minatnya.

Tentu saja Anda harus menyesuaikan ukuran atau jenis yang cenderung disukai anak-anak. Pasta gigi yang berasa buah, sikat gigi ukuran mini, sabun cair yang lebih mudah dipakai, juga sampo dengan tampilan warna-warni. Siapkan semuanya dalam radius yang mudah dijangkau. Bila ingin lebih aman, pilih produk yang buihnya tidak licin.

Lewat contoh langsung

Sebelum benar-benar memulai, Anda bisa memberikan contoh langsung. Tepatnya ketika orang tua masih memandikan anak-anaknya. Lisankan semua yang sedang Anda lakukan padanya. Saat mengggosok kepala, mengusapkan sabun pada kulit, cara membilas, mengeringkan tubuh, dan sebagainya. Dengan begitu anak langsung menerima teori dan praktik dalam satu momen.

Insruksi dari awal sampai akhir

Anak juga membutuhkan instruksi yang jelas. Karenanya, jangan ragu untuk terus mengulang-ulang urutan mandi secara detail. Sekaligus pengingat supaya anak cepat meresapi rangkaian prosedur mandi secara lebih tepat dan sehat. Misalnya disesuaikan dengan aturan mandi yang benar versi keluarga atau diserahkan sepenuhnya pada kenyamanan anak.

Awasi untuk pertama kali

Sebisa mungkin tetap dampingi dan awasi. Terutama di awal-awal masa pembelajaran. Bukan saja untuk membenarkan anak bila dianggap kurang bersih, orang tua juga dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Terpeleset, terbentur kran, terlalu banyak sabun, membuang-buang air, serta lainnya. Mengupayakan proses mandi tetap berlangsung aman dan lancar.

Cek kembali

Cek kembali setelah mandi selesai. Kadang anak sering melewatkan area-area tubuh tertentu yang lupa dibersihkan. Atau masih banyak sabun yang belum dibilas dan tubuh belum kering. Pinta padanya untuk merapikan kembali perangkat mandi yang sudah selesai dipakai. Ingatkan anak apa saja yang masih kurang dan biarkan dia menyempurnakan kebutuhan mandinya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments