12

Ketika Saudara Minta Dicarikan Kerja

Mencari kerja memang bukan perkara mudah. Jadi wajar bila seseorang menggunakan segala celah untuk mendapatkannya. Salah satunya dengan bertanya pada saudara. Repotnya, bila Anda berada dalam posisi, di mana Anda diminta untuk mencarikan kerja di tempat Anda berkarya. Mesti bagaimana menghadapinya?

Apalagi tempat bekerja bukan perusahaan sendiri. Melainkan Anda mengabdi sebagai karyawan. Tidak mempunyai wewenang apapun terkait keluar masuknya pegawai. Berani bermain-main dengan aturan, karier sendiri yang jadi taruhan.

Tetapi relasi keluarga juga tidak bisa diabaikan. Banyak faktor yang mesti dipertimbangkan masak-masak agar hubungan tetap baik sebagaimana sebelumnya. Tanpa harus tercederai permintaan saudara yang belum tentu dapat disanggupi. Sebab, belum tentu bila muncul masalah, yang kelak berperkara hanya Anda dan dia. Banyak anggota keluarga yang bisa ikut terseret dalam kasus permintaan ini.

Ibaratnya, sebagai satu keluarga, tentu ingin membantu. Terlebih kondisi saudara yang telah lama menganggur dan tidak berpenghasilan sama sekali. Atau baru selesai kuliah dan ingin segera memperoleh profesi baru.

Ambil jeda sesaat setelah saudara mengungkapkan keinginannya. Tenangkan diri dan tetap pasang sikap yang bersahabat. Tidak serta merta menolak atau mengiyakan begitu saja. Mainkan siasat supaya relasi sehat wal afiat.

Bercerita yang sebenarnya

Ceritakan saja kondisi tempat bekerja yang sebenarnya. Misalnya saat ini tidak membuka lowongan kerja, perusahaan telah menjadwalkan rekruitmen di waktu tertentu, dan sebagainya. Atau Anda bisa langsung mengatakan perusahaan khusus menerima lulusan dari jurusan beberapa saja. Cerita yang akan membuat saudara lebih sadar diri dan tidak memaksa Anda membantunya.

Jangan menjanjikan apa-apa

Jangan menjanjikan apa-apa. Seperti menjamin saudara pasti diterima di perusahaan karena kedudukan Anda, membantu proses penerimaan kerja dari tahap awal hingga akhir, serta janji-janji lainnya. Terutama janji langsung memenuhi permintaannya dengan pasti.

Bukan pula iming-iming menggantung yang menumbuhkan harapan begitu tinggi. Jadi, ada baiknya, Anda langsung menyatakan tidak bisa memenuhi bila kondisi memang tidak memungkinkan. Demi kebaikan masing-masing. Baik sekarang maupun seterusnya.

Silahkan melamar sendiri

Persilahkan pada saudara agar melamar sendiri. Anda dapat membantu sekadar pemberitahuan informasi saja. Terkait proses pengiriman berkas, interview, atau pemenuhan syarat-syarat lain biarkan dia bekerja sendiri. Sekaligus penanda Anda tidak ingin campur tangan atau berbuat nepotisme di perusahaan. Saudara pun jadi enggan untuk memaksa Anda berbuat lebih banyak lagi.

Bahasa diplomatis untuk menolak

Tak ada yang salah jika Anda memutuskan untuk langsung menolak kala itu juga. Tetapi, ada baiknya gunakan bahasa yang diplomatis. Bahasa khas yang bisa diterima oleh keluarga dan diikuti dengan gaya tubuh yang enak untuk diamati. Hilangkan kesan kaku atau menolak dengan spontan, yang mana cenderung merangsang pergesekan atau saudara jadi tersinggung. Bahkan Anda bisa menyertakan lelucon bahwa Anda bukan siapa-siapa, jadi tak mungkin membawa orang baru ke perusahaan.

Mengabulkan dengan batasan tertentu

Di sisi lain Anda tetap bisa mengabulkan. Permintaan tidak selamanya merepotkan. Tergantung bagaimana kemampuan dan pengaruh Anda di tempat bekerja. Tanpa harus melanggar kebijakan dan norma etika. Apalagi bila memang saudara yang meminta kerja kompeten dan bisa memenuhi persyaratan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments