11

Gesit Menanggapi Bos Genit

Memiliki atasan yang baik adalah harapan setiap karyawan. Sayang, tidak semua harapan bisa terwujud. Kadang ada atasan yang kelewat ramah, alias genit. Sikap taktis dan gesit pun harus dilayangkan untuk menghadapinya.

Terutama bagi karyawan perempuan yang mempunyai bos laki-laki genit. Setiap hari tak bisa menghindar, yang ada memendam rasa takut dan kebingungan. Sebab tak mudah juga menentukan segera angkat kaki. Sedang bertahan di kantor seolah tetap membenarkan perlakuan atasan pada diri sendiri.

Jadi, daripada rugi sepihak, sebaiknya Anda pasang tameng untuk melindungi posisi. Menyelamatkan karier yang memang seharusnya bisa Anda capai, walau ada halangan berupa sikap genit dari atasan. Anggap saja ini tantangan dalam bekerja. Buru-buru menyerah dan mengundurkan diri juga belum tentu menyadarkan kesalahan atasan. Apalagi jera dan menyesali.

Tetap penuhi kewajiban Anda

Jengkel, marah, kecewa, dan emosi itu sudah pasti. Akan tetapi tetap penuhi kewajiban Anda sebagai karyawan. Selesaikan beban yang sudah menjadi tanggung jawab. Tunjukkan Anda bisa profesional dengan segala kendala yang ada.

Balas komunikasinya dengan bahasa yang resmi. Termasuk saat harus berbalas pesan di aplikasi. Gunakan emoticon yang standar. Sehingga relasi Anda dengan atasan cukup dalam batas urusan pekerjaan.

Jaga jarak tanpa harus menghindar

Jaga jarak interaksi agar tetap sehat. Namun di sisi lain tak perlu menghindar, apalagi sembunyi-sembunyi tanpa bertemu sama sekali. Jika Anda sudah sampai di kantor dan atasan telah ada di sana, sedang jam kerja belum mulai, sebaiknya hindari berdua saja. Pilih aktivitas yang sekiranya tak tersentuh kegenitannya. Misalnya minum kopi bersama rekan yang lain di kantin atau yang lain.

Tunjukkan Anda tidak terpengaruh

Pasang perangai yang menunjukkan Anda tidak terdampak sama sekali. Gesture tubuh yang dingin dan tutur kata yang datar dianggap lebih ampuh mengatasi perlakuan atasan. Dibanding sejak awal Anda sudah terlihat lemah, tampak kikuk, takut, atau justru menerima rayuan gombalnya. Atasan akan memanfaatkan peluang lebih dalam dan intens membuat Anda sebagai objeknya terus menerus.

Gunakan peran pasangan

Pasang tameng dengan memanfaatkan pasangan. Sekadar memajang fotonya di meja kerja dan sebagai foto profil di media sosial Anda. Ketika pasangan menjemput pulang kerja, kenalkan saja pada atasan. Langkah ini setidaknya menggugah rasa segannya, agar tidak berbuat lebih pada diri Anda.

Curhat boleh tapi hati-hati

Anda sah-sah saja curhat pada teman kerja, seseorang di luar kantor, dan linimasi media sosial. Menumpahkan segala beban yang selama ini diemban sendiri. Tetapi hati-hati, jangan terlalu berlebihan. Apalagi dibumbui dengan cerita tidak benar. Bisa-bisa curhat berbuntut panjang, dan berbalik menyerang karier Anda.

Laporkan

Laporkan bila memang perlakuan atasan sudah kelewat batas dan membuat tidak  nyaman. Cenderung ke arah pelecehan atau tak bisa lagi diajak profesional. Anda bisa menghubungi bagian HRD untuk mendapat jalan keluar yang lebih pasti. Kalaupun harus keluar, pastikan atasan tahu bahwa Anda tidak bisa menerima kegenitan dalam hubungan kerja. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments