03

Menyelami Lombok di Dusun Wisata Sade

Bertandang ke desa Sade memang bukan sekadar berwisata. Pengunjung bisa menyaksikan dan menyelami kehidupan adat masyarakat Lombok. Bahkan peninggalan-peninggalan kuno.

Lokasinya pun tak sulit dijangkau. Satu jalur dengan pantai-pantai yang kini mulai digandrungi. Tepatnya di Kabupaten Lombok Tengah. Sebelah kiri jalan menuju arah pantai Kuta Mandalika dan Tanjung Aan. Satu jalan bisa melewati beberapa lokasi wisata.

Di sana pemandu wisata sudah siap menunggu. Atau ingin berkeliling sendiri, tentu saja bisa.

Yang diburu

Umumnya para wisatawan ingin mengetahui langsung aktivitas harian suku Sasak. Suku yang mendominasi pulau Lombok dengan berbagai atribut dan kekayaan adatnya. Memanfaatkan desa yang telah berdiri lama sebagai museum hidup.

Apalagi desa dengan luas 5,5 hektare ini tetap dihuni oleh penduduk aslinya. Meski telah dijadikan tempat wisata, mereka tetap kembali seusai bekerja di tempat lain. Berjumlah kurang lebih 300 keluarga. Berdialek khas bahasa Sasak, lengkap dengan pakaian keseharian yang khas pula. Bukan sekadar patung atau pajangan aksesori.

Belajar budaya

Pengunjung juga bisa langsung menjajal langsung keseharian mereka. Salah satu yang banyak dicari adalah menenun kain. Beberapa rumah sengaja menempatkan alat tenun di serambi atau teras. Lewat instruksi mereka, pengunjung akan diajak menggerakkan alat tenun tradisional dan pelan-pelan menghasilkan motif yang unik serta menarik.

Rumah adat yang khas

Begitu pula dengan rumah adatnya. Di tiap sisi jalur yang dilewati oleh pengunjung, rumah adat berdiri dengan ciri khasnya. Sebagian masih orisinal, yakni tetap mempertahankan warisan leluhur. Sebagian telah dirombak dengan gaya bangunan yang lebih trendi.

Fondasi bagian bawah hingga setengah dinding terbuat dari batu. Dinding selanjutnya ditambahkan anyaman bambu. Sedang atap sepenuhnya dari alang-alang kering.

Kekuatan menarik dari rumah adat ini terletak pada lantainya. Lantai dilapisi dengan kotoran sapi yang mampu membuat permukaan halus dan lebih bersih.

Cendera mata

Bagi Anda yang ingin membawa oleh-oleh, desa ini juga menjajakan aneka suvenir yang bisa dibawa pulang. Seperti manik-manik perhiasan, kaos, hingga kain tenun khas Lombok. Tinggal pilih sebagai kenangan indahnya kehidupan adat suku Sasak. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments