06

Pentingnya Anak Mengenal Keluarga Besar

Tidak ada yang perlu diragukan dari proses mengenalkan anak pada keluarga besarnya. Ia bisa memperoleh manfaat yang sangat besar. Faedah yang tak bisa dinikmati instan apabila orang tua tak mengenalkan prosesnya sejak awal.

Tak hanya kakek dan nenek saja. Anak juga perlu berinteraksi langsung dengan paman, bibi, sepupu, dan sebagainya. Baik dari garis ayah maupun ibu. Bahkan anggota keluarga yang bila dirunut sudah jauh relasinya.

Anak yang akrab dengan keluarga besarnya diyakini lebih bahagia. Berlimpah kasih sayang dan menemukan tempat yang tepat sebagai peluapan emosinya. Terutama jika anak tidak dekat dengan sosok kedua orang tuanya. Serta anak dapat mempelajari nilai-nilai kebaikan yang sudah menjadi warisan keluarga turun temurun.

Cara mengenalkannya pun bisa beragam. Jika terpisah jarak, Anda bisa mengajak anak memanfaatkan kecanggihan teknologi. Membentuk grup keluarga di aplikasi atau video call sekadar untuk menghapus kerinduan. Ajak anak-anak datang dalam setiap reuni keluarga besar. Juga memajang foto mereka di rumah agar selalu teringat.

Dia tidak sendiri dan bukan hanya keluarga inti

Dari keluarga besar, anak akan memahami bahwa keluarga inti itu bukan satu-satunya bentuk family. Ada anggota-anggota awal yang membentuk sebuah keluarga. Terus berkembang menjadi besar dan berisikan anggota-anggota yang baru. Mesti telah terpisah-pisah namun tetap terikat relasi komunal dan satu asal usul.

Di sisi lain anak juga tahu dirinya tak sendiri. Ada saudara, mesti bukan kandung, yang siap membantu kapan saja. Menyingkirkan rasa kesepian dan bersama memupuk rasa kebersamaan.

Mencari role model dan pengalaman yang berbeda

Perkenalan tanpa disadari juga memberikan role model selain kedua orang tua. Misalnya paman atau anggota lain yang memiliki mata pencaharian yang tak sama. Atau perbedaan dalam menjalankan prinsip dan norma-norma tertentu. Otomatis anak juga mendapat pengalaman yang berbeda. Melihat, menyaksikan, merasakan langsung, dan meresapi sebagai aset besar dalam hidupnya.

Mengembangkan kasih sayang dan empati

Kasih sayang dan empati tumbuh subur dengan sendirinya. Mengalir deras sebagai doktrin alami tanpa paksaan. Ditularkan oleh para anggota yang sudah lebih dulu merasakan faedahnya. Dan ditiru oleh generasi baru sebagai pangkal toleransi dan tanggung jawab akan kebutuhan bersama. Saling menguatkan ketika ada musibah datang, serta saling berbagi tawa saat berbahagia.

Tetap menjaga silaturahmi

Poin penting lainnya adalah tetap terjaganya silaturahmi. Wadah nyata guna memenuhi kebutuhan anak bersosialisasi. Kebutuhan yang tak bisa dihindari mengingat perannya sebagai makhluk sosial. Di sisi lain, silaturahmi juga mengukuhkan fungsi keluarga yang kadang belum bisa diganti oleh teman atau kawan sepermainan. Sebab keluarga lebih dikenal sebagai tali abadi.

Menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan

Relasi yang kuat dalam keluarga besar juga mampu menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan. Misalnya saja telah lama mengenal tapi tak menyadari masih satu keluarga. Contoh lain, yang cukup ekstrem, seperti menghindari pernikahan antar dua insan yang masih satu kerabat. Sehingga hubungan keluarga tak perlu retak karena ketidaktahuan dan saling terasing satu sama lain. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments