05

Cara Jitu Tanggapi Komentar Negatif di Media Sosial

Memiliki akun di media sosial memang harus siap untuk segala kondisi. Termasuk mendapat komentar negatif atas konten yang diunggah. Harus bagaimana bila sampai Anda yang mengalami sendiri?

Sebab membalas dengan satu kata saja bisa berujung perkara. Satu kata balasan yang juga bernada negatif. Dimaksudkan untuk membungkam pemberi komentar, namun nyatanya sering menambah persoalan. Media sosial jadi ajang perang kata-kata.

Di sisi lain coba untuk saling berkaca. Tengok kembali konten yang Anda tujukan pada publik. Bila sejak awal memang sudah mengandung sindiran atau kritik pedas, memang sangat memungkinkan mendapat serangan. Karenanya, siapkan diri sejak awal. Tetapi bila tidak dan secara pribadi Anda menilai konten baik-baik saja, maka kemungkinan besar masalahnya terletak pada netizen.

Tenangkan diri dan balas nanti

Begitu membaca komentar pedas dari mereka, coba tahan diri dan emosi. Beri jeda pada jari serta pikiran untuk menjauh dari media sosial. Kerjakan hal lain yang bisa membuat Anda tenang.

Tidak semua komentar perlu untuk dibalas segera. Pikiran yang tenang akan mengantarkan Anda pada jawaban yang bijaksana. Tidak semata-mata sebagai balasan telak, tetapi juga sebagai pertanda bahwa Anda merupakan pribadi yang bijak. Tidak terburu-buru apalagi mudah terpengaruh ejekan dari orang-orang di luar sana.

Coba liat kembali makna komentarnya

Sembari menyingkir, coba pahami kembali makna yang terkandung dalam komentar. Benarkah memang negatif atau, harus diakui, Anda yang terlalu sensitif? Memasang ekspektasi terlalu tinggi pada orang lain dengan berharap selalu mendapat pujian dan kalimat-kalimat yang enak didengar. Padahal kita tidak bisa mengendalikan keinginan dari setiap orang.

Dan ingat, kalimat yang ditulis tak utuh memang kerap menimbulkan makna berbeda. Misalnya disingkat-singkat, bukan bahasa baku, terlalu gaul, dan sebagainya. Bisa saja komentarnya tak dimaksudkan menyakiti hati Anda, akan tetapi dia tidak tahu bagaimana menyampaikannya dengan baik dan benar.

Perlu dibalas atau tidak?

Dibalas atau tidak tergantung sepenuhnya dari kenyamanan Anda sendiri. Tidak membalas tidak sama dengan mengabaikan. Keputusan ini kadang demi kebaikan masing-masing. Ketimbang sekali dibalas, namun orang lain juga terus menerus membalas. Akun bisa penuh dengan debat kusir tak berkesudahan.

Sedang bila Anda memutuskan membalas. Pakai cara yang elegan. Tuliskan bahasa yang tetap bersahabat dan akrab. Bahkan sekadar membubuhkan tanda jempol atau simbol wajah tersenyum sudah mencukupi. Daripada Anda capek-capek mengetik kata panjang dan lebar.

Matikan kolom komentar

Matikan kolom komentar untuk beberapa saat. Cara ini ampuh memulihkan kesehatan psikis dari gangguan yang tak perlu. Anda tetap bisa menikmati media sosial tanpa harus berurusan panjang dengan komentar tak enak.

Istirahat dari media sosial

Anda dapat pula menempuh cara lain. Yakni istirahat total dari media sosial. Tidak membuka, mengintip, apalagi mengakses secara aktif. Bebaskan diri dari hal-hal yang telah begitu mengusik jiwa. Sebagai gantinya, gunakan waktu pada bidang lain yang juga tak kalah bermanfaatnya. Demi mengulas kembali senyum di wajah Anda. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments