27

Kebutuhan Anak Saat Transisi dari TK Ke SD

Meski masih tergolong tingkat pendidikan dasar, akan tetapi SD tetaplah istimewa di mata anak-anak. Tantangan luar biasa selepas jenjang TK. Bantu mereka sukses melewati masa transisi sebelum benar-benar memulai petualangannya di sekolah dasar.

Apalagi kini SD terkesan menuntut keseriusan yang lebih tinggi. Dengan materi pelajaran yang lebih banyak dan lebih kompleks muatannya. Membuat SD, seolah-olah, kurang bisa menerima anak yang belum bisa diajak kerja sama. Belum lagi biaya pendidikan yang mahal mengharuskan orang tua menggelontorkan dana yang tidak sedikit. Jadi kerugian bisa berlipat ganda bila kelak anak tak nyaman dengan sekolahnya.

Sehingga bantuan dari orang tua memuluskan masa transisi akan sangat berguna. Di samping orang tua perlu memperhatikan faktor-faktor yang lain. Seperti usia anak yang cukup untuk belajar di SD. Juga pilihan sekolah yang diminati oleh anak itu sendiri.

Mendorong kemandirian

Mulai dengan meningkatkan kemandirian anak terkait keterampilan dasar. Misalnya mampu mengikat tali sepatu sendiri, berganti pakaian, beres membuang urusan hajat di toilet, merapikan barang-barangnya, dan sebagainya. Latih anak untuk mengingat barang-barang miliknya dan membawa kembali pulang ke rumah. Pasalnya, kemandirian ini sangat dituntut untuk dikuasai sempurna.

Pengenalan calistung

Walau mungkin di usia TK sudah dikenalkan, ada baiknya Anda semakin mematangkan kemampuan baca, hitung, dan tulisnya. Terlebih di kelas satu saja anak-anak sudah mendapat materi-materi yang lebih berat dibanding kala TK. Lakukan dengan cara yang asyik dan seru agar tidak terkesan memaksa anak wajib bisa.

Bayangan tentang lingkungan sekolah

Lalu berikan gambaran dunia SD itu seperti apa. Barangkali anak telah mengenal jenjang sekolah dasar lewat kakak yang telah menempuh lebih dulu. Atau karena sering melewati area sekolah plus sudah pernah menjelajah ruang-ruangnya langsung saat pendaftaran.

Tetapi penjelasan yang detail dari orang tua akan membuat bayangan SD lebih positif dalam angannya. Tentang guru-guru kelas yang siap bercerita kapan saja, teman-teman yang bertambah banyak, pengalaman-pengalaman yang lebih keren, serta lainnya.

Di sisi lain, jangan ragu untuk menyebutkan aturan-aturan yang lebih ketat di sekolah dasar. Misalnya disiplin sesuai jam yang berlaku, tepat mengumpulkan tugas rumah, ada tugas yang dikerjakan sendiri maupun secara berkelompok, dan sebagainya.

Rintis kebiasaan baru yang rutin

Mengingat waktu masuk setiap hari dengan segala tetek bengeknya, orang tua pun dianjurkan mulai membangun kebiasaan baru yang rutin. Mengajak anak bangun lebih pagi supaya tidak terlambat, jam sarapan, belajar menyiapkan barang-barang sendiri, sore atau malam untuk belajar dan mengerjakan tugas, atau kebiasaan lain. Maka nanti anak pun tidak terlalu kaget dengan tuntutan-tuntutan baru yang ada di SD.

Temani di hari-hari pertama

Hari-hari pertama masuk sekolah masih termasuk dalam masa transisi. Dampingi dan temani dia mengisi hari-hari. Meski anak sudah menyiapkan mental sekuat baja, namun hari-hari pertama adalah benar-benar tantangan yang harus dijalani. Ketahui suka dukanya dengan mengajaknya santai bersama dalam obrolan yang hangat nan ceria. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments