26

Mencuri Hati Calon Anak Tiri

Akan menikah dengan pasangan yang telah memiliki buah hati memang memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya ialah mencuri hati calon anak tiri. Sukses tidaknya turut berdampak pada relasi pernikahan nanti.

Terlebih ketika anak memang menjadi hak asuh pasangan. Kemungkinan besar kelak Anda akan menjadi pengasuhnya pula. Tinggal bersama dan mengawal setiap masa tumbuh kembangnya.

Anda sendiri juga harus mempertimbangkan berbagai faktor lain. Misalnya umur anak. Anak yang masih kecil atau belum memasuki sekolah lebih mudah menerima kehadiran calon orang tua baru. Dibanding dengan anak yang sudah belajar di sekolah dasar dan lebih dewasa.

Serta jangan abaikan faktor kondisi keluarga besar dan lingkungan. Apalagi bila pasangan jelas-jelas menyatakan baru akan menjalin ikatan pernikahan bila mendapat restu dari anaknya.

Pasang kesabaran tingkat tinggi dan jangan lelah berjuang. Calon anak juga membutuhkan waktu untuk menerima kehadiran Anda.

Berkenalan sebagai sahabat

Pertemuan pertama menentukan segalanya. Manfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya. Tidak serta merta mengenalkan diri sebagai orang tua barunya, tetapi sebagai sahabat atau teman. Walau mungkin dia sudah mengerti maksud kehadiran Anda.

Di samping itu, lakukan dalam waktu yang singkat saja. Tak perlu tempo yang lama atau seharian bersama di saat pertama. Anak masih perlu mencerna serta mencoba beradaptasi dengan kondisi baru yang akan segera dihadapi.

Mengenali keinginan dan harapan

Kenali keinginan dan harapannya. Dalam artian mengetahui minat, kesukaan, atau hobi di banyak bidang. Langkah ini untuk menarik simpatinya pada Anda. Tetapi cara ini bukan dimaksudkan sebagai sogokan dan rayuan. Melainkan agar Anda dapat mengerti dunia calon anak nanti.

Terlibat dalam aktivitas anak

Luangkan waktu dan habiskan bersamanya. Jalin interaksi yang hangat dengan mendampinginya. Selain mendekatkan diri, Anda juga dapat memulai percakapan yang lebih serius. Pelan-pelan masuk sebagai orang dekat dan menjadi curahan hatinya. Sekaligus mengisi kekosongan peran salah satu orang tua yang selama ini kurang didapatnya.

Terbuka dan jujur

Usahakan untuk terbuka dan jujur padanya. Mesti jawaban yang diberikan belum tentu menyenangkan untuk didengar. Tetapi ini lebih baik ketimbang Anda berbohong. Khususnya ketika anak bertanya latar belakang, pekerjaan, kondisi, dan segala sesuatu yang menyangkut Anda secara keseluruhan. Begitu pintu terbuka lebar-lebar, kepercayaan anak akan datang dengan sendirinya.

Berhubungan baik dengan orang tua dan keluarga

Di sisi lain, Anda harus berjuang memelihara relasi yang baik dengan keluarga besar pasangan. Termasuk dengan mantan pasangan yang sampai kapanpun merupakan orang tua anak. Langkah ini pastinya memberi gambaran yang positif di matanya. Sebaliknya, apabila Anda gemar mencaci dan menjelek-jelekkan orangtuanya, hanya akan mengundang antipati.

Minta izin

Kini, tibalah saatnya meminta izin pada anak. Sebagai pasangan baru dari salah satu orang tuanya. Pastikan Anda memperoleh restu dengan sepenuh hati dan sukacita. Yakinkan dia bahwa tak ada yang bisa menggantikan kedudukan orang tuanya. Tak perlu menjanjikan yang muluk-muluk. Akan tetapi sama-sama berupaya menggapai kehidupan baru yang lebih baik. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments