25

Tahan Banting di Samping Rekan Kerja Nyinyir

Siapa yang betah memiliki teman kerja yang suka nyinyir? Bertemu setiap hari dan harus siap kapan saja mendengar komentarnya. Mau tak mau Anda harus tahan banting menghadapinya.

Masih beruntung jika nyinyir diarahkan pada rekan kerja yang lain. Namun keadaan semakin tak menguntungkan ketika nyinyir justru ditujukan pada Anda seorang. Atas segala hal yang Anda lakukan. Berhubungan dengan pekerjaan atau urusan personal. Benar tak diapresiasi, salah makin diintimidasi.

Akhirnya mengambil sikap tak bisa seenak hati. Mengedepankan ego bisa jadi hanya pelampiasan sesaat. Dalam jangka panjang, dampaknya justru bisa berbalik arah ke diri sendiri. Tentunya berpengaruh buruk pada relasi antar personal, juga tak damai dalam keseharian di kantor. Pikir panjang kembali apa yang mesti dilakukan dan diucapkan. Mengena sekaligus membuatnya jera.

Kendalikan emosi

Kendalikan emosi walau kata-kata yang diluncurkan begitu menyakitkan. Mereka yang berniat menyakiti tentu berharap kita bereaksi sesuai ekspektasinya. Cenderung marah, kesal, tersinggung, atau tak terima. Sebaliknya, tunjukkan bahwa Anda baik-baik saja. Tetap tersenyum dan ramah padanya. Anggap saja nyinyir sebagai bagian dari diri rekan yang sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Cukup pahami dan maklumi.

Tetap junjung tinggi profesionalisme

Salah satu bukti bahwa Anda baik-baik saja adalah dengan menjunjung tinggi profesionalisme. Jaga terus kekompakan dan harmoni dalam bekerja. Karena dari sudut pandangnya Anda serba salah, maka sebetulnya dia tidak membutuhkan pembenaran apapun. Jadi bekerja saja seperti biasa, sesuai rules yang ada dan tetap hormati hak-haknya sebagai sesama rekan kerja.

Fokus dan kembali pada prioritas

Walau tahan banting, bagaimanapun nyinyir bisa berpengaruh banyak terhadap performa diri. Untuk itu, Anda membutuhkan jadwal yang terencana. Berisi skala prioritas yang mesti diutamakan. Sehingga Anda tetap fokus pada hal-hal inti. Tidak terlena karena terbawa emosi lalu melupakan kewajiban-kewajiban yang seharusnya dipenuhi lebih dulu.

Prestasi menjawab segalanya

Memang prestasi belum tentu menghentikan sifat nyiyirnya. Akan tetapi dengan berprestasi, bisa menjadi bukti Anda memang layak dihargai dan diapresiasi. Menggugah kesadarannya terhadap kedudukan orang lain. Serta menagih respeknya terhadap kerja keras yang diperjuangkan oleh Anda seorang. Apa yang dianggap salah ternyata mampu mengantarkan Anda pada kesuksesan.

Secukupnya saja berinteraksi

Dan, secukupnya saja berinteraksi. Dengan tujuan menjaga jiwa dan pikiran tetap sehat. Selain itu agar tidak terjangkit virus nyinyir. Sayang sekali bila hati ikut terkotori. Anda yang dulunya dikenal sebagai pribadi yang santun, lambat laun tanpa disadari berubah menjadi pribadi yang pendendam dan sering melontarkan komentar bernada tak sopan.  

Tebarkan semangat positif

Sebagai balasan yang telak, sebarkan saja semangat yang positif di dekatnya. Berupa seulas senyuman ramah, hadiah kala berulang tahun, menjenguk saat dia terbaring sakit, mengapresiasi ketika dia juga berprestasi, dan sebagainya. Tawarkan bantuan begitu dia berada dalam kubangan masalah. Sebab sulit memintanya untuk berubah, sifat nyinyirnya sudah di luar kuasa Anda. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments