18

Respon Tepat Atas Peringatan Atasan

Bagai disambar petir saja rasanya mendapat peringatan dari atasan. Berisi ketidakpuasan atas kinerja selama ini. Tentu harus ada reaksi balik sebagai mekanisme pertahanan diri. Bagaimana memberikan respon yang paling tepat?

Apalagi bila sepanjang bekerja Anda merasa semuanya baik-baik saja. Target terlampaui, deadline terpenuhi, customer tetap setia, dan sebagainya. Hubungan Anda dengan rekan-rekan juga tak bermasalah. Tetapi ternyata atasan memberikan catatan yang sebaliknya.

Ada yang dianggap kurang. Hal-hal yang kadang tidak terduga sama sekali. Bahkan menyangkut esensial, inti, dan prinsip kerja yang benar-benar tidak disadari. Anda dinilai tidak bisa memenuhi harapan atau ekspektasi perusahaan. Tetapi ada pula peringatan yang dirasa tidak sesuai dengan fakta sehari-hari. Peringatan yang dalam versi Anda hanya merupakan tuduhan tanpa ada bukti yang benar.

Apapun itu, peringatan dari atasan memang mengesalkan. Tetapi tetap syukuri, bahwa di sisi lain, peringatan juga masih memberikan kesempatan pada Anda untuk lebih baik lagi. Atasan tidak mendadak memutus hubungan saat itu juga. Melainkan ada celah buat unjuk gigi. Semata-mata guna menutup lubang kekurangan pada masa lalu. Sekaligus kesempatan yang tak boleh disia-siakan demi prestasi diri sendiri.

Analisa kembali

Renungkan dengan pikiran tenang mengenai isi peringatan. Terutama terkait dengan masalah yang disebutkan. Mungkin juga berisi tantangan dari atasan yang harus Anda lalui ke depan untuk perbaikan. Coba pandang dari sudut pandang atasan agar Anda lebih mudah mencerna. Sebab lewat cara ini Anda lebih bijak menyikapi. Tidak spontan menolak atau menyerang balik. Tetapi siap mengakui bila yang disebutkan memang benar adanya.

Diskusi terbuka dengan atasan

Diskusi terbuka dengan atasan akan sangat berguna. Mengungkap isi peringatan, juga segala sesuatu yang memang perlu untuk dibahas bersama. Masing-masing pihak dapat saling mengutarakan kepentingan dan keinginan. Mempertemukan titik tengah yang dirasa paling adil untuk dijalani. Jadi Anda dan atasan dapat memutuskan jalan keluar yang terbaik.

Keluar atau bertahan

Bagaimanapun peringatan adalah tanda penilaian negatif. Sudah saatnya Anda harus membuat pilihan. Bertahan atau keluar. Mencari penghidupan di tempat yang lain. Sedang bila tetap bertahan tentu harus ada konsekuensi-konsekuensi yang mesti dipenuhi, agar tidak ada lagi peringatan-peringatan berikutnya. Bila Anda masih tak tahu harus bagaimana, temui saja bagian personalia untuk meminta pendapat.

Berpegang pada komitmen

Seandainya Anda tetap memutuskan tetap berkarier di kantor yang sama, penuhi segala komitmen yang telah disanggupi. Lupakan segala kekesalan pada atasan, sebab kini saatnya mengerek prestasi, juga merebut hati. Buat catatan pribadi sebagai pengingat, serta dengarkan saran yang datang dari para rekan.

Mengerek kapasitas diri

Serta mau tak mau, Anda harus meningkatkan kapasitas diri. Menorehkan riwayat karier yang jauh lebih baik dibanding sebelum peringatan terbit. Tetap sejalan dengan visi misi perusahaan dan tidak bertolak belakang. Di samping ada target dan pencapaian yang lebih jelas untuk diraih. Andai kelak Anda memang memutuskan keluar, tak ada lagi catatan merah dari atasan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments