10

Perilaku yang Dianggap Tabu di Tempat Keramat

Tidak semua tempat wisata mengizinkan pengunjungnya berperilaku seenaknya. Sebut saja tempat yang dianggap keramat atau memiliki nilai spiritual tinggi. Ada batasan-batasan yang tidak boleh dilakukan. Semata-mata untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan.

Batasan ini bukannya tanpa alasan. Banyak kejadian seperti pengunjung yang kesurupan atau diteror oleh makhluk halus. Juga semacam peristiwa mistis yang tidak mudah dijelaskan oleh logika. Semuanya akibat tidak mengindahkan peringatan yang ada.

Di sisi lain, peringatan sering disampaikan secara tak tertulis. Hanya sayup-sayup terdengar sebagai mitos atau kepercayaan setempat. Tetapi, percaya atau tidak, ada baiknya Anda mengindahkan dan tidak menentang. Selain untuk menghormati aturan yang sudah ada, juga demi keselamatan diri sendiri. Salah-salah Anda yang nekat melanggar, ketahuan, bisa dijatuhi hukuman adat sebelum jadwal pulang. Berlibur jadi meninggalkan kenangan yang memalukan kan?

Datang di waktu yang tidak tepat

Cari tahu waktu yang tepat untuk datang ke sana. Tempat wisata keramat umumnya tidak dibuka pada malam atau hari-hari tertentu. Terikat pada keyakinan kuat, yakni dampak buruk bisa mengenai siapa saja yang datang. Lebih baik datang saat memang terbuka untuk umum. Misalnya pagi sampai menjelang sore hari. Selain masih ramai, Anda juga lebih leluasa menikmati suguhan wisata di sana.

Menyentuh benda keramat tanpa permisi

Bila sudah mengetahui adanya larangan menyentuh benda keramat tanpa permisi, maka jangan sekali-kali mengabaikannya. Bukan saja menjauhi efek ‘horor’ yang mungkin ditimbulkan. Benda keramat yang barangkali sudah berusia ratusan tahun bisa rusak akibat sentuhan kasar dari tangan-tangan pengunjung. Padahal bisa jadi barang keramat juga menjadi situs sejarah yang tinggi nilainya.

Mengenakan pakaian yang dilarang

Coba kenakan pakaian yang aman. Artinya tidak bertentangan dengan norma-norma yang sudah digariskan. Beberapa lokasi keramat sangat menghimbau para tamunya memakai busana yang cukup sopan, tidak terbuka, tidak bercorak binatang, juga tidak berwarna tertentu. Simbol yang bisa dianggap sebagai perlawanan pada penguasa atau penghuni lokasi keramat.

Bersikap tidak senonoh

Hindari bersikap tidak senonoh. Berbuat usil, jahat, mengeluarkan kata-kata kasar atau tak sopan, sampai menimbulkan kerugian. Baik ditujukan pada orang lain maupun yang diarahkan pada lokasi wisata. Hindari pula berbuat mesum dengan pasangan. Seperti berdua-duaan di tempat yang sepi. Dipercaya mengundang gangguan yang tak bisa diduga kapan datangnya dan berupa apa wujudnya.

Merusak dan membuang kotoran

Di samping itu, ikuti aturan tentang kebersihan. Tidak membuang sampah di sembarang tempat. Serta tidak membuang hajat di tempat yang tidak semestinya. Bila memang Anda berkepentingan, coba tahan barang sebentar. Temukan tempat yang memang diperbolehkan membuang sampah dan leluasa menuntaskan hajat.

Berkata buruk tentang tempat tersebut

Dan ingat, jangan sekalipun mengucap sumpah serapah di tempat keramat. Apalagi ditujukan pada tempat itu sendiri. Mungkin karena Anda tidak suka atau kecewa dengan kondisi yang tidak sesuai ekspektasi. Betapapun Anda tidak menikmati kunjungan ke sana, tahan ego untuk tidak berucap sesuka hati. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments