05

8 Filosofi Cina yang Bisa Jadi Pedoman

Imlek telah tiba. Hari istimewa bagi warga Tionghoa. Semarak dengan aneka hidangan dan hiburannya. Tetapi juga mengingatkan kita pada filosofinya yang sarat akan makna.

Filosofi yang tak muncul dengan sendirinya. Ia tumbuh sebagai pedoman dengan berlatar pengalaman hidup dan sosial kemasyarakatan di masa lalu. Bertujuan menjaga harmoni, kebahagiaan, ketenangan, dan kesuksesan.

Tersebut dalam kalimat yang sederhana. Tetapi membutuhkan niat dan tekad yang luar biasa untuk melakukannya. Harus tetap konsisten, agar kelak dapat memetik manfaat yang telah dipraktekkan. Bagi diri sendiri, orang lain, maupun alam. Berikut filosofi-filosofi dari Cina yang layak kita terapkan.

Hormati dan hargai orang tua

Sejak dulu, masyarakat Cina sangat menghormati orang tua dan para leluhurnya. Hal tersebut layak kita ikuti, karena cinta mereka pada kita tak pernah berhenti. Saat susah maupun senang mereka selalu ada. Karenanya hubungan yang baik akan menjadi pengantar yang baik pula dalam kehidupan berkeluarga.

Sukses berawal dari kerja keras

Masyarakat Cina terkenal karena kegigihan dan keuletan mereka, terutama dalam berdagang. Mereka juga hidup sederhana dan tidak foya-foya. Menahan diri untuk tidak menghambur-hamburkan uang. Sehingga sukses juga cerminan dari puasa diri.

Jangan takut dan sesali dengan keputusan yang telah dibuat

Filosofi ini sangat layak diikuti. Jalani saja yang telah diputuskan. Tak perlu menyesali atau takut membuat sebuah keputusan. Timang baik-baik untung ruginya. Gunakan akal sehat dan nikmati saja prosesnya.

Jangan takut untuk mencoba terus

Dalam soal berbisnis atau berdagang, masyarakat Cina tak takut untuk mencoba. Ini karena mereka memiliki filosofi ini: Jangan sampai gagal menghentikan semangat. Sehingga mereka terus coba sampai bertemu dengan cahaya keberhasilan.

Jangan sombong karena roda kehidupan berputar

Sikap rendah hati, ternyata menjadi filosofi mereka juga. Sebab mereka sadar roda kehidupan selalu berputar. Mungkin saat ini mereka berada di nasib yang menguntungkan, tapi siapa tahu esok hari sudah berbalik drastis.

Kerjakan sampai tuntas

Tak heran bila warga-warga Tionghoa kerap kerja lembur, karena mereka memiliki filosofi untuk tidak meninggalkan atau menumpuk pekerjaan. Walau sulit dan rumit. Apalagi jika itu sudah menjadi kewajiban dan komitmen. Menurut mereka, lari dari tanggung jawab hanya akan menyisakan kesialan.

Kesempatan tidak datang dua kali

Masyarakat Cina banyak yang merantau hingga ke berbagai negara di dunia. Hampir di setiap negara memiliki china town. Mungkin ini karena mereka gesit dalam mencari kesempatan atau peluang. Terutama kesempatan yang tidak mudah digapai. Bagi mereka, belum tentu kesempatan datang dua kali, dan memberikan peluang lagi. Anda setuju, ‘kan?

Jangan serakah

Filsafat Cina mengajarkan manusia untuk tidak serakah. Manusia harus menyadari bahwa setiap keinginan ada batasnya. Jangan sampai merebut hak orang lain. Karma akan selalu datang pada mereka yang berbuat buruk dan tak menjunjung etika pada sesama. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments