04

Yang Tabu dalam Interview

Dapat dikatakan, tahap wawancara menentukan segalanya. Tahap akhir sebagai penentu diterima tidaknya seseorang dalam sebuah lamaran kerja. Karenanya, ketahui yang tabu dalam interview.

Kubu perusahaan pastinya tidak ingin merekrut orang secara asal. Mereka akan memanfaatkan wawancara sebagai metode penyaringan dan penyeleksian seoptimal mungkin. Tidak jarang disertai trik yang menjebak dan misterius bagi para pelamar. Semata-mata demi mendapatkan yang terbaik bagi masa depan perusahaan itu sendiri.

Sebaliknya bagi pelamar, jangan pandang interview sebagai ujian semata. Tunjukkan kapasitas dan potensi yang Anda miliki dalam tahapan ini. Apalagi latar belakang dan persyaratan pribadi dirasa biasa saja. Kurang terlihat mencolok dibanding dengan para pelamar yang lain.

Jadi, fungsi dari interview sebagai pengerek kemampuan Anda di mata pewawancara. Membuat mereka tertarik, lalu memutuskan Anda sebagai anggota baru di perusahaan.

Telat datang

Bila selama ini Anda bereputasi jam karet, sebaiknya hapus saat hari-H. Terlambat barang semenit saja bisa memunculkan keraguan di pihak sana. Lebih sial lagi jika sampai tak diizinkan mengikuti prosesi ini. Mungkin Anda dinilai sudah tak berminat atau mengganggu jalannya urutan wawancara di antara peserta.

Minim pengetahuan

Pewawancara juga tidak tertarik pada pelamar yang minim pengetahuan. Terutama tentang bidang yang sedang dilamar maupun perusahaan yang sekarang. Tidak tahu menahu ke depan, visi misi, dan harapan pada perusahaan. Bahkan dipastikan, perusahaan sama sekali tidak melirik pelamar yang hanya berkeinginan mendapat pekerjaan saja. Tanpa ada semangat atau greget yang seharusnya ada dalam seorang calon karyawan baru.

Tampak ragu atau tidak serius

Pelamar yang tampak ragu atau tidak serius bakal dicoret dari daftar. Tidak percaya diri dalam setiap jawaban yang diungkapkan. Juga tidak serius dalam menanggapi berbagai pertanyaan. Dalam hal ini, pelamar bisa dianggap tidak siap. Rugi sendiri kan?

Jawaban berlebihan dan berbohong

Berikan jawaban yang sesuai dengan kondisi yang sebenar-benarnya. Tim perekrut kurang menyukai jawaban yang berlebihan dan, khususnya, merupakan kebohongan. Misalnya berlebihan menceritakan pengalaman dan prestasi kerja. Atau sengaja berbohong demi memancing ketertarikan mereka pada potensi Anda. Akan sangat fatal akibatnya bila mereka sampai melakukan penelurusan lebih dalam.

Jika memang Anda menyadari keberadaan diri yang biasa saja, akali dengan langkah sehat. Seperti menggunakan bahasa yang diplomatis tetapi tetap memenuhi unsur kejujuran.

Bahasa dan sikap yang kurang sopan

Jauhi bahasa penutur dan sikap yang kurang sopan. Contohnya bahasa gaul yang tidak beraturan dan gesture tubuh yang menyepelekan. Meski begitu, saat menggunakan bahasa formal, jangan terlalu kaku. Kombinasikan bahasa lisan dan bahasa tubuh sebagai paduan yang enak untuk dilihat serta didengar.

Memasang harga tinggi

Mengajukan tawaran angka tertentu sebagai gaji pertama adalah hak Anda. Tetapi rata-rata perusahaan ragu menerima jika harga yang dipasang terlalu tinggi. Terlebih perusahaan belum masuk kategori bonafide. Oleh karena itu, tawarkan opsi yang lebih menarik. Harga yang wajar sesuai potensi dan tuntutan kerja. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments