19

Cara Tepat Berlindung dari Sambaran Petir

Sambaran petir memang mematikan. Sekali datang, sejuta bahaya mengancam. Lindungi diri Anda dari sengatannya. Sebab seringan apapun sentuhannya, efek yang dirasakan bisa berkepanjangan.

Petir umumnya terjadi menjelang hujan turun. Atau bersamaan saat hujan sedang berlangsung. Paling banyak muncul di area lereng pegunungan sampai laut. Juga menyasar daerah terbuka seperti lapangan, pertambangan, pertanian, dan sebagainya. Rata-rata muncul 30 detik setelah ada kilat. Waktu yang bisa dijadikan panduan, sekaligus peringatan, akan datangnya petir. Sehingga Anda bisa memperkirakan sendiri tempo yang dibutuhkan untuk menuju tempat perlindungan.

Setidaknya, petir paling kecil berarus listrik 2,5 kiloampere. Cukup untuk menghanguskan seseorang dan mengakibatkan kematian. Sedang kekuatan petir yang lebih besar dapat menimbulkan kematian secara massal. Tetapi kekhawatiran utama dari bahaya petir bukan tubuh yang terbakar, melainkan serangan jantung yang mendadak. Serangan yang terjadi akibat keterkejutan suara yang ekstra keras, lalu membuat hentakan begitu hebat pada jantung.

Selain itu, ditengarai petir juga menyisakan berbagai efek negatif lainnya. Ditemukan beberapa kasus pada mereka yang pernah tersengat petir. Awalnya tidak merasakan apa-apa. Tetapi dalam bulan-bulan berikutnya, kaki lumpuh dan tidak bisa digerakkan, terjadi gangguan pendengaran yang masif, kerusakan saraf yang tidak terdeteksi sebelumnya, dan sebagainya.

Karenanya, patuhi peringatan dini untuk menyelamatkan diri sendiri. Seperti tidak menggunakan telepon kabel atau berdiri di lokasi yang basah, misalnya banjir. Bagaimanapun kabel dan air adalah konduktur yang baik menghantarkan aliran listrik. Mempercepat sentuhan petir pada diri Anda, dan sulit menepis bahaya yang dibuatnya.

Tetap di dalam ruangan

Saat ada petir, tetap berada di ruangan. Artinya benar-benar dalam naungan bangunan. Tidak berdiri atau berteduh di sisi (samping) bangunan. Posisi ini tetap berbahaya, sebab sengatan petir yang mengenai puncak bangunan terus berjalan sampai ke bangunan yang paling bawah. Sengatan akan susah mengenai, bila Anda berada di dalamnya.

Tetap di dalam kendaraan

Juga tetap berada di dalam kendaraan. Tips ini harus dipatuhi apabila Anda terjebak di jalan raya dan petir terjadi berkali-kali. Bila Anda berdiri di luar kendaraan, terlebih tinggi badan melebihi tinggi kendaraan, petir bisa menganggap Anda sebagai objek sasaran. Ingat, petir kerap menyasar materi yang lebih tinggi dibanding materi lain di sekitarnya.

Jongkok dan beri jarak tiap orang

Jika tidak ada bangunan pelindung sama sekali, segera jongkok dan posisikan tubuh sedekat mungkin dengan tanah. Beri jarak antara Anda dan orang lain sejauh sekitar 30,5 meter. Tidak saling berimpitan apalagi bergandengan. Meminimalisir sengatan merembet ke banyak orang. Dan, tetap jongkok sembari menuju tempat perlindungan.

Tidak di bawah pohon tinggi

Pohon memang bisa menjadi tempat berteduh, tetapi sebaiknya jangan Anda lakukan. Aliran listrik petir bisa dirasakan langsung bagi mereka yang berada di bawahnya. Lain cerita jika Anda berdiri sejauh 100 meter dari pohon. Jarak ini mampu melindungi Anda dari sengatan petir dan pohon yang mendadak hangus terbakar. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments