28

Trik Mempertahankan Karyawan

Memiliki karyawan yang berkualitas memang hoki. Tapi mempertahankannya untuk waktu yang lama tetap tidak mudah. Ada trik yang mesti dimainkan. Demi membuat mereka betah dan tetap loyal.

Setiap saat mereka bisa mengajukan pengunduran diri. Dengan berlatar belakang alasan yang bermacam-macam. Terutama kala perusahaan sedang berada dalam kondisi krisis atau terancam bangkrut. Belum lagi tawaran dari perusahaan lain yang lebih menarik. Atau keinginan pribadi, seperti menempuh studi kembali atau mengikuti pasangan tinggal di luar kota.

Di sisi lain tidak mudah mendapat karyawan baru dengan kualitas yang sama. Perusahaan harus mengulang dari awal, minimal memberikan berbagai pelatihan dan pengarahan. Sehingga mau tidak mau mesti mengeluarkan biaya tambahan. Serta harus siap dengan otak-atik posisi pegawai yang tentunya juga berdampak ke lingkungan kerja perusahaan secara signifikan.

Clear di tahap seleksi

Coba Anda mulai dari tahap seleksi. Temukan karyawan yang memang memiliki potensi unggul sekaligus mempunyai visi dan misi yang sama dengan perusahaan. Bukan sekadar membuat sama-sama nyaman, tetapi juga membangun ikatan yang lebih kuat dari sebatas relasi pekerjaan. Di saat perusahaan mengalami kesulitan, loyalitasnya tidak hilang begitu saja.

Tersedia ruang kreasi dan berpendapat

Bangun iklim kerja yang sehat. Dalam arti tersedia ruang berkreasi dan berpendapat. Karyawan akan lebih senang ketika diberikan kesempatan untuk menunjukkan metode kerja dengan caranya sendiri. Serta merasa lebih dihargai apabila opininya didengar. Prestasi kerjanya tidak hanya diganjar dengan upah per bulan, namun juga berupa apresiasi.

Jenjang karier, gaji, dan fasilitas jelas

Selain itu, ciptakan sistem yang jelas. Terkait jenjang karier, gaji, dan fasilitas. Berlaku untuk semua karyawan tanpa pengecualian. Dan ingat, singkirkan faktor perbedaan gender dan SARA. Karena bila dipertahankan dalam urusan internal, hanya akan membuat karyawan cepat pergi dan budaya kerja yang kuat (solid) sukar diwujudkan. Akhirnya yang rugi tentu perusahaan sendiri.

Mendapat kesempatan training yang sama besar

Hadirkan kesempatan training yang sama besar dan berkelanjutan bagi setiap karyawan. Sesuaikan dengan minat dan bidangnya. Karyawan dapat menepis anggapan bahwa kehadirannya sebatas menyumbangkan tenaga. Tetapi sebaliknya, perusahaan juga memberikan kesempatan padanya untuk mengembangkan diri. Jasa tak ternilai untuk membuatnya betah berlama-lama bekerja di sana.

Evaluasi yang adil dan timbal balik

Evaluasi yang adil dan timbal balik lebih disukai daripada yang berjalan satu arah saja. Penilaian terhadap capaian per periode memang dibutuhkan. Tetapi perusahaan juga perlu mendengar opini yang diutarakan oleh para karyawan. Bahkan harus mau mengakui bila pernyataannya memang mengandung kebenaran. Otomatis karyawan merasa sebanding posisinya dan diakui keberadaannya. Perusahaan dan karyawan sama-sama saling berkaca dan memperbaiki diri.

Mampu mengikat loyalti dan bakti

Karyawan tidak akan lari jika ada rasa memiliki. Gugah perasaannya dengan keramahtamahan dan semangat untuk maju bersama. Ikat persatuan hubungan antara perusahan dan karyawan dengan kepercayaan yang erat. Merangsang loyalti dan bakti dari dalam diri guna mempertahankan keberadaan mereka. (LAF)  

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments