23

Berbagai Cara Mengenalkan Gender pada Anak

Mungkin ada benarnya anak bisa mengenali sendiri tentang konsep gender. Namun sebenarnya orang tua dapat membantu menjelaskan lebih awal. Di samping menanamkan konsep yang lebih sesuai. Ada berbagai pilihan cara seru yang bisa dilakukan.

Konsep gender pada dasarnya tidak terbatas pada jenis kelamin belaka. Gender juga menyentuh perilaku, sifat, dan tanggung jawab. Konsep yang terbentuk dari pengaruh lingkungan dan adat istiadat. Sedangkan bila berhenti pada jenis kelamin, anak hanya akan mengenal pengetahuan biologis. Atau mana laki-laki dan mana yang perempuan.

Lalu mengapa gender perlu dikenalkan? Sebab gender bisa menjadi pengantar yang baik sebelum mengenalkan anak pada pendidikan seksual. Melalui gender pula anak dapat membedakan peran dan fungsinya sebagai makhluk sosial. Anak mampu menjaga serta menghargai gender yang dipegang, baik miliknya maupun orang lain.

Maka dari itu, penyampaiannya harus dilakukan dengan cara yang tepat. Mengingat pengenalan ini akan tersimpan lama dalam memori jangka panjang mereka. Meresap hingga membentuk perilaku dan kepribadiannya.

Orang tua dapat memulai pengenalan sejak usia 12 bulan. Usia di mana anak sudah mulai membedakan wajah ayah dan ibu. Dimulai dari orang-orang terdekat dan berlanjut pada lingkungan yang lebih luas. Seperti keluarga besar, tetangga, teman, dan bersiap membedakan orang-orang yang baru dikenal.

Buku dan dokumentasi cetak

Buku atau dokumentasi cetak akan sangat membantu orang tua. Keduanya memuat gambar visual yang menarik dan mudah diingat. Terkadang laki-laki dan perempuan tidak hanya digambar sebagai sepasang. Tetapi beragam dalam bentuk fisik dan perannya. Sehingga manfaatnya bisa berlipat. Anak mendapat bayangan tentang bagaimana perempuan dan laki-laki beserta kebiasaan-kebiasaan yang dikerjakan.

Film atau animasi

Dapat pula memakai media film atau animasi. Visualisasi yang menghadirkan gerakan nyata yang bisa ditiru dan diamati. Ajak anak menonton bersama. Dampingi dan ceritakan tentang bagian-bagian yang menarik atau menekankan terkait gender.

Alat permainan  

Di sisi lain orang tua bisa memanfaatkan alat permainan. Akan tetapi jangan terjebak bahwa boneka hanya khusus untuk perempuan, dan mobil-mobilan untuk anak laki-laki. Boneka bagi anak perempuan sering dianggap sebagai teman bermain atau adik bayi. Sedang bagi anak lelaki, boneka adalah perwakilan tokoh idola. Maka orang tua dapat memilah memakai boneka seperti teddy bear, barbie, atau figure action yang lebih mengarah ke superhero.

Bermain peran

Ketika tidak ada alat permainan atau buku cerita, orang tua dan anak bisa membuat cerita. Layaknya drama yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Memainkan adegan tertentu yang asyik dan seru. Menyisipkan nilai-nilai dan norma yang bisa diterima oleh keluarga dan lingkungan.

Jawaban sederhana

Dalam fase perkenalan, akan ada tanya jawab. Berikan reaksi yang sederhana dalam menjawab pertanyaan anak. Bukan berbohong atau menutup-nutupi. Tepatnya menjelaskan secara singkat, tetapi mengena. Terutama tentang kepemilikan alat genital dan hubungan seksual. Serta menerangkan dalam batasan tertentu, ada peran yang bisa dimainkan oleh laki-laki dan perempuan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments