22

Cara Jitu Akur Kembali dengan Ibu Mertua

Pertengkaran antara menantu perempuan dan ibu mertua sepertinya sudah menjadi peristiwa biasa. Tetapi, bagaimanapun, tak nyaman terus menerus berada dalam kondisi permusuhan. Rawat kembali kedamaian antara Anda dengan beliau.

Pasalnya, ibu mertua tak bisa dipisahkan dari kehidupan berumah tangga. Apalagi bila Anda tinggal seatap dengannya. Bertemu tiap hari, berinteraksi, dan mengasuh anak bersama-sama. Hubungan yang tak sehat pasti juga membawa konsekuensi negatif bagi keluarga kecil Anda.

Walau memulainya tentu tak mudah. Tapi lebih baik segera mengawali obrolan agar ketentraman bisa segera kembali dirasakan. Ketimbang setiap hari tersiksa api peperangan dan enggan untuk menyapa satu sama lain. Padahal, mungkin saja, suatu hari Anda sangat membutuhkan pertolongannya. Bila masih bermusuhan tentu tak enak meminta uluran tangan yang bersangkutan. Kibarkan bendera putih, dan mari dengan kepala dingin, ajak ibu mertua akur kembali.

Hadapi dan jangan kabur

Kunci pertama, tanamkan niat bahwa Anda ingin berbaikan. Hadapi dan tidak sebaliknya, kabur dari masalah. Menganggap masalah akan selesai dengan sendirinya. Padahal semakin dibiarkan, masalah akan semakin kompleks dan lebih rumit. Pastikan kapan  akan mengawali dan buat bagaimana metodenya. Sehingga ada panduan dan tuntunan bagi diri sendiri.

Kenali sumber konflik

Kenali sumber konflik yang membuat Anda bertengkar. Runutkan dari yang sederhana sampai yang bentuknya tidak bisa ditoleransi. Terlalu banyak campur tangan mertua, urusan finansial, perbedaan kultur, dan sebagainya. Anda bisa memilih satu topik yang paling ringan sebagai bahan awal obrolan dan bisa dilanjutkan ke bobot konflik yang lebih berat.

Tunggu hingga ia tenang

Tunggu waktu yang pas, misalnya saat mertua sedang santai dan tenang. Bukan berada dalam kondisi sedang panas hati atau terlalu sibuk. Kepala yang dingin akan lebih enak diajak bicara dibanding yang penuh murka. Tetapi, ada baiknya Anda menanyakan lebih dulu kesediaannya untuk berbicara berdua. Sehingga ibu mertua juga menyiapkan diri dan mentalnya untuk bertatap muka dengan Anda.

Utarakan keinginan

Utarakan keinginan dalam tutur kata yang sopan dan disertai sikap yang lemah lembut. Tidak menggebu-gebu dan memaksakan kehendak. Ingat, mereka juga orang tua yang perlu untuk dihormati walau sering melakukan hal-hal yang dianggap salah. Hadirkan suasana yang tenang dan nyaman. Ibu mertua pun akan menyambut niat Anda dengan sukacita.

Saling mengerti dan berkompromi

Mari saling menaruh pengertian dan berkompromi. Tak lagi saling menyalahkan, namun saling menyadari bahwa masing-masing pihak bisa menyumbang bibit-bibit permusuhan. Ingat, mengajak mertua berbicara bukan saja untuk menjabarkan persoalan yang ada. Melainkan untuk mencari jalan damai yang saling menguntungkan di antara sesama.

Mediasi lewat pasangan

Manfaatkan peran pasangan yang kemungkinan besar lebih mengerti sang mertua. Baik temperamen maupun sifat khasnya. Sebagai mediator dan inisiator peredam konflik. Pasangan dapat menggunakan bahasa, cara, atau rayuan yang lebih disukai orang tuanya. Dengan begitu lebih mudah bagi Anda memasuki hati ibu mertua. Tinggal selanjutnya merawat dan terus merajut kedamaian bersamanya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments