21

Aturan Main Mengajak Anak ke Kantor

Membawa anak ke kantor pada dasarnya bukan kondisi yang ideal. Tetapi pilihan ini terkadang tidak bisa dihindari. Karenanya, ketahui aturan main agar tidak menimbulkan gangguan pada pekerjaan dan rekan-rekan.

Misalnya disebabkan oleh pengasuh yang belum kembali. Sedang suami atau anggota keluarga terdekat juga pergi bekerja. Sehingga si kecil tidak ada yang menjaga di rumah. Mau tak mau anak harus diajak, selain perasaan tak tega meninggalkannya sendiri.

Tetapi ingat, usahakan agar anak tidak terus menerus ikut Anda ke kantor. Para psikolog menilai tindakan ini akan memengaruhi perkembangan fisik dan tumbuh kembangnya. Terutama anak yang sudah sekolah, sepulangnya langsung menuju kantor orang tua. Tidak ada tempat istirahat yang nyaman untuk melepas lelah. Juga berdampak negatif pada produktivitas orang tua sendiri. Segera temukan pengasuh yang baru atau pihak yang bisa diandalkan untuk menjaga si buah hati.

Izin pada atasan dan rekan

Sebelum membawa anak, ajukan izin kepada atasan. Serta beritahu rekan-rekan. Minimal sehari atau jauh-jauh hari sebelumnya. Langkah ini selain untuk meminta izin, juga meminta dukungan. Mungkin kantor bisa memberikan kelonggaran dan mengerti kesulitan Anda saat ini.

Tidak di hari sibuk

Namun jangan membawa anak di hari sibuk. Seperti hari yang penuh agenda rapat tahunan, mengejar deadline, atau akan bertemu dengan klien di luar kantor. Ajak anak ketika Anda berada dalam ritme kerja yang lumayan santai.

Segera tuntaskan pekerjaan

Di samping itu, segera tuntaskan pekerjaan. Pasang konsentrasi dan fokus tingkat tinggi sembari tetap memperhatikan kebutuhan anak. Waktu yang tersisa di jam kantor bisa Anda gunakan untuk lainnya. Misalnya bermain dengan anak atau segera mengajaknya pulang.

Bawa kebutuhan pribadinya

Atasi perbedaan suasana kantor dan rumah dengan membawa kebutuhan pribadinya. Khususnya barang yang disayangi, seperti boneka dan mainan. Tak lupa baju ganti, tisu, makanan, susu, popok, dan sebagainya.

Ruangan yang mencukupi

Patut disyukuri apabila kantor memiliki ruang khusus semacam daycare. Anda bisa meminta anak menghabiskan waktu di situ. Tetapi bila tidak, posisikan anak jangan sampai mengganggu kerja rekan yang lain. Contohnya dengan menutup pintu ruangan agar anak tidak keluar dan suaranya memecah keheningan yang diperlukan kantor.

Mengungsi bila tantrum

Segera ungsikan anak saat mulai tantrum. Barangkali karena bosan atau mengantuk. Bawa kembali ke dalam ruang apabila anak sudah tenang. Jadi teman-teman di kantor juga lebih menerima.

Anda tetap pengasuhnya

Jangan sekali-kali memanfaatkan rasa suka dan simpati rekan yang lain untuk menjaga anak. Tetap asuh dan jaga anak sendiri. Tak mengapa bila meminta tolong beberapa menit saja, tetapi bila sampai seharian menandakan Anda tak perduli dengan kesibukan rekan-rekan.

Membuat janji dengan rekan lain

Buat janji dengan rekan agar sama-sama membawa anaknya. Jadi anak memiliki teman bermain dan melupakan sejenak kebuntuan di kantor orang tua. Mengisi waktu lebih ceria sekaligus tetap mendapat kesempatan bersosialiasi bersama teman sebaya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments