18

Penanganan Pola Makan Anak Obesitas

Berat badan anak yang obesitas tetap dapat diubah menuju angka ideal. Caranya tidak lain dengan mengatur pola makannya. Bantu dan dukung mereka agar memiliki riwayat kesehatan yang lebih prima.

Obesitas pada dewasa maupun anak-anak bisa mempertinggi risiko terkena penyakit berbahaya, seperti diabetes tipe dua. Belum lagi gangguan psikologi dan rasa kurang percaya diri dalam pergaulannya.

Tetapi sebelum mulai mengubah pola makannya, ketahui lebih dulu batasan obesitas pada usia anak sekolah. Dapat menggunakan tiga klasifikasi, yakni Center for Disease Control and Prevention (CDC) 2000, International Obesity Task Force (IOTF) 2006, atau World Health Organization (WHO) 2006.

Misalnya hitung berdasar kurva CDC 2000. Berat badan anak sebenarnya dibagi berat badan ideal berdasarkan tinggi badan dikali 100 persen (BB sebenarnya/BB ideal x 100%). Apabila hasilnya mencapai 110-120% maka anak mengalami kelebihan berat badan (overweight). Sedang jika perhitungan lebih dari 120% maka anak masuk kategori obesitas.

Meski begitu, harus diakui bahwa cara ini rumit dan tidak menunjukkan angka yang tepat sesuai fakta yang ada. Maka, tidak ada salahnya jika orangtua berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter anak untuk mendapat keterangan yang lebih lengkap.

Tetap tiga kali makan besar dan dua kali camilan

Bukannya tak boleh makan sama sekali. Pola makan setiap hari tetap tiga kali makan besar dan dua kali camilan. Hanya saja, kurangi jumlah kalorinya. Sajikan makanan yang lebih banyak mengandung protein dan serat. Begitu pula dalam menu camilannya. Sebaiknya ganti buah atau biji-bijian.

Gizi tetap seimbang

Kandungan gizi makanan yang diberikan harus tetap seimbang. Karenanya orang tua tidak bisa memberikan makanan instan atau fast food. Tetapi yang kaya vitamin, protein, mineral, karbohidrat, dan zat-zat baik yang diperlukan tubuh. Semakin baik bila dimasak dengan direbus atau kukus. Menghindari lemak yang datang dari hasil penggorengan. Hindari pula makanan dan minuman manis atau tinggi gula.

Bila menempuh diet

Bila Anda menginginkan anak menjalani program diet khusus, cobalah untuk mendengar para ahli. Pasalnya beberapa kasus obesitas membutuhkan treatment khusus dengan pengawasan ketat. Salah menerapkan bisa berisiko besar bagi kesehatan anak. Misalnya tekanan darah jadi rendah atau berat badan turun terlalu cepat.

Didukung penuh oleh orang-orang terdekat

Untuk mencapai berat badan ideal, anak membutuhkan dukungan penuh. Jika memang diharuskan mengikuti terapi makan khusus, ada baiknya anggota keluarga melakukan hal yang sama. Menciptakan suasana tenang sehingga anak tidak merasa diperlakukan berbeda. Sekaligus mengatasi penolakan terhadap pola makan yang baru. Beritahu guru kelas atau pengasuh agar anak tetap terjaga konsumsinya setiap saat.

Tingkatkan gerak fisik

Selain itu, ajak anak lebih aktif bergerak. Supaya tak terasa, ajak anak jalan-jalan sore atau pagi. Bisa pula jalan kaki menuju lokasi yang tak begitu jauh dari rumah. Kala akhir pekan, jogging ringan dan senam beberapa menit akan cukup membantu anak melepas kalorinya. Berat badan ideal pun berada dalam genggaman. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments