16

Cara Tepat Bantu Remaja Melewati Stres

Jangan anggap remeh stres yang sedang dialami para remaja. Jika tak tuntas selesai, dampaknya bisa berkepanjangan. Sebagai orang tua, bantu dia melewati masa-masa sulit itu.

Biasanya stres akan ditandai dengan gejala yang beragam. Mulai dari sering melamun, mudah marah, terpaku terus pada media sosial, mengurung diri, kerap merasa sakit dan lelah, sulit konsentrasi atau berpikir, berat badan turun, serta tampilan acak-acakan.

Antara satu gejala dengan gejala yang lain datang secara perlahan. Mengendap lalu terakumulasi menjadi satu. Semakin kompleks bila hanya didiamkan saja tanpa solusi sama sekali. Paling terasa pada relasi dengan sekitar, juga pada perkembangan akademisinya. Kerugian harus dirasakan pula oleh orang tua.

Sadarkan

Bila Anda menyadari gejala stres yang ditunjukkan anak, sadarkan dia. Karena kemungkinan anak tidak menyadari apa sedang dialami. Katakan saja bahwa dia sedang stres, atau menggunakan bahasa “sedang mengalami kesulitan”. Saat anak sudah menyadari dan memahami kondisi dirinya sendiri, anak akan lebih mudah diajak berbicara dan mengungkapkan masalah.

Tanya kenapa

Bisa saja Anda sudah mengetahui penyebabnya. Tapi tak ada salahnya menanyakan pada anak untuk mengetahui versinya sendiri. Barangkali datang dari materi sekolah yang terlalu berat, jadwal les yang padat, perceraian atau pertengkaran orang tua, trauma karena pelecehan, dan masih banyak lagi.

Serta ingat, ketika Anda telah mengetahui dengan pasti apa yang menjadi sumbernya, akui bahwa itu menjadi problema bagi anak. Tak usah dibantah, apalagi ditertawakan. Sikap yang justru mengundang antipati dan tak berujung pada penyelesaian.

Mencari titik temu kebutuhan dan keinginan

Tentu anak membutuhkan solusi. Namun, solusi yang terbaik adalah yang mampu membantunya keluar dari jeratan stres. Bukan sekadar keinginan untuk lebih bersenang-senang, misalnya. Bantu anak memperoleh solusi yang memang diperlukan, walau anak masih harus bersinggungan dengan penyebab stres.

Pengelolaan emosi

Remaja memang terkenal unik mengelola emosi. Memiliki perspektif berbeda dalam memberikan respon akan sesuatu. Di samping ego untuk eksistensi, rasa ingin tahu yang begitu besar, dan cenderung labil. Jadi, ada baiknya Anda memberikan saran berupa bagaimana bereaksi terhadap hal-hal yang dianggapnya sebagai konflik. Sekaligus menjadi media belajar untuk membentuk karakter yang lebih matang.

Cukup makan dan tidur

Pastikan kebutuhan makan dan tidurnya tercukupi. Terutama kandungan nutrisi yang sebaiknya tidak diganti dengan makanan instan dan penuh gula. Dan, beri dia waktu istirahat yang lebih lama dari biasanya.

Tetap aktif

Biarkan anak tetap aktif, meski dia membutuhkan reses dari kesehariannya. Jika wadah kegiatan yang sekarang memang tidak mendukung, Anda bisa membantunya menemukan wadah yang baru. Sebagai penyalur energi negatif, dan melampiaskan stres secara sehat.

Luangkan waktu lebih banyak untuknya

Kurangi kesibukan Anda. Selebihnya, usahakan untuk membuang waktu guna mendampingi anak lebih lama. Walau sekadar mengobrol tanpa topik khusus, makan siang bersama, atau berbelanja berdua. Anak pun lebih senang karena ada kehadiran orang tuanya ditengah-tengah stres yang melanda. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments