15

Mengapa Lajang Perlu Meraih Pendidikan Setinggi Mungkin

Sendiri harus tetap berarti. Kesempatan yang bisa digunakan sebaiknya-baiknya demi meraih pendidikan tinggi. Karena, bukannya tak bisa, menempuh pendidikan tinggi dalam status pernikahan akan lebih banyak tantangannya.

Terlebih bila sudah mempunyai anak yang tidak bisa ditinggal bebas. Atau kedudukan Anda sebagai kepala keluarga yang harus mengutamakan pemasukan daripada pendidikan. Menjalaninya bisa dengan asal saja. Walau niat di awal akan sepenuh hati. Menempuh pendidikan akan menjadi problema, bukan sesuatu yang berharga.

Oleh sebab itu, kenapa tidak memanfaatkan status lajang? Menjanjikan kebebasan, penuh waktu, integritas, dedikasi, dan sebagainya. Bahkan lebih berpeluang luas memilih jurusan yang disukai. Juga lebih banyak mengundang dukungan dari kalangan terdekat. Terutama dari orang tua yang tak akan ragu menyokong buah hatinya berpendidikan tinggi. Lulus dengan sempurna dan siap menuju ke tahapan hidup berikutnya.

Konsentrasi penuh

Pendidikan tinggi menuntut konsentrasi yang juga tinggi. Sesuatu yang tidak mudah diwujudkan apabila pikiran sudah terbebani dan terbagi-bagi. Dan, inilah keunggulan yang ditawarkan oleh status single. Lebih mudah memusatkan perhatian dan pikiran khusus untuk studi. Baik persiapan sebelumnya maupun selama prosesnya. Sembari menyiapkan agenda lain setelah menempuh jenjang bangku sekolah.

On time dan lebih leluasa

Kemungkinan besar, waktu belajar dapat diselesaikan tepat waktu. Tiada kata tertunda, apalagi gagal menuju ujian akhir. Tetapi, di sisi lain, Anda bebas menentukan ingin lulus kapan. Sesegera mungkin atau ingin berlama-lama. Tentunya harus disertai alasan yang kuat. Agar tidak menjadi ajang bermalas-malasan karena Anda bebas sepenuhnya.

Bisa eksplorasi lebih jauh

Lalu, waktu tidak hanya habis untuk belajar saja. Anda lebih berkesempatan mengeksplorasi banyak hal. Khususnya bila ingin mengembangkan keterampilan dan pengetahuan terkait studi, mengadakan riset khusus guna memperkaya data, memperluas jaringan, mencicipi pengalaman bekerja di tempat bergengsi, dan sebagainya. Membuat masa-masa belajar penuh dengan usaha keras, tetapi juga penuh kehangatan untuk dikenang.

Belajar sekaligus puas bermain

Ada rasa kepuasan yang dapat dirasakan. Puas belajar sambil bermain-main. Santai sejenak setelah seharian berada di ruang kelas, menghabiskan hari di akhir pekan bersama teman-teman, mengunjungi tempat-tempat baru sebagai lokasi penelitian, serta banyak kegiatan yang bisa dijalani dalam masa-masa studi. Sekilas terlihat iseng, tetapi optimal memenuhi kebutuhan akan hiburan.

Buat keluarga nanti

Serta, tidak ada kata sia-sia menempuh pendidikan tinggi. Karena ilmu dan pengetahuan Anda akan tetap berguna bagi keluarga kelak. Bagi anak-anak yang siap menerima asuhan dan bimbingan sepanjang hidupnya. Juga membangun hubungan yang lebih sehat bersama pasangan. Anda telah memperkaya diri sendiri dengan menimba studi tinggi. Modal besar yang lebih dinanti.

Tak ada rasa penyesalan

Menempuh pendidikan semasa single juga menutup kemungkinan tak ada rasa penyesalan. Sikap yang sering melanda mereka yang belum menempuhnya, padahal sudah berstatus menikah atau bekerja penuh waktu. Otomatis, niat belajar lagi mesti dipertimbangkan masak-masak. Sebab ada banyak alasan, beban, juga tanggung jawab yang tak bisa diabaikan. (LAF) 

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments