11

Semua Bisa Kena Batu Empedu, Waspadai Gejalanya

Pada dasarnya batu empedu bukan masalah. Namun ia bisa menjadi penyakit karena terpicu oleh beberapa faktor. Jauhi penyebabnya agar keberadaan batu empedu tidak mengganggu.

Batu empedu merupakan batuan kecil yang berasal dari kolesterol dan terbentuk di salurannya. Ukurannya bisa bermacam-macam. Dari sekecil butiran pasir sampai sebesar bola pingpong. Jumlahnya pun bervariasi. Seseorang bisa hanya memiliki satu, tetapi yang lain bisa memiliki banyak sekali. Tergantung kondisi kesehatan masing-masing.

Batu-batu ini terbentuk akibat pengerasan kolesterol yang tertimbun dalam cairan empedu. Kolesterol sulit untuk dicerna karena ketidakseimbangan jumlahnya dibanding senyawa kimia di dalam empedu. Alhasil, muncul batu empedu. Batu yang berkerumun lalu menyumbat ujung empedu akan menimbulkan nyeri mendadak yang cukup hebat pada penderita.

Bila ukuran sangat kecil, cukup ditangani oleh obat-obatan. Sedang ketika ukurannya sudah terlalu besar, tindakan operasi pengangkatan kantong empedu sangat diperlukan. Istilah medisnya kolesistektomi laparoskopik.

Gejala awal

Gejala utama yang biasanya dialami berupa sakit perut secara tiba-tiba. Disebut pula dengan kolik bilier. Dapat dirasakan diarea perut tengah, atas, atau sebelah kanan. Terkadang juga menyebar ke sisi tubuh (tulang belikat).

Di samping itu rasa nyeri dapat muncul kapan saja, berlangsung beberapa menit atau berjam-jam, serta rasa sakit tidak berkurang walau sudah buang air besar atau muntah. Gejala lain yang  perlu diwaspadai, selain sakit perut terus menerus, adalah demam tinggi, sakit kuning, detak jantung cepat, gatal-gatal, diare, linglung, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, juga rasa sakit pada pundak.

Bila Anda mengalaminya selama lebih dari delapan jam, segera periksakan diri. Jangan anggap enteng gejala yang datang. Walau intensitasnya tidak konsisten, melainkan dengan frekuensi yang jarang tetapi teratur temponya.

Faktor usia

Batu empedu semakin berisiko bersamaan dengan bertambahnya usia. Umumnya menyerang mereka yang berada di atas umur 40 tahun. Kemungkinan risiko ini harus ditanggung mengingat tumpukan batu-batuan yang tidak dikeluarkan dalam jangka waktu lama.

Jenis kelamin

Fakta juga menunjukkan bahwa jenis kelamin menjadi pemicu peningkatan risiko penyakit batu empedu. Tidak dapat dipungkiri perempuan lebih rentan mengalami dibandingkan kaum adam. Temuan ini didasarkan adanya hormon-hormon tertentu yang turut menyumbang terbentuknya batu-batu empedu. Karenanya, sangat disarankan untuk perempuan, agar lebih hati-hati dalam memilih menu dan menghindari kolesterol.

Dampak melahirkan

Pasca melahirkan nyatanya juga dapat menyebabkan penyakit batu empedu. Menandakan jika perempuan yang pernah melahirkan lebih berisiko dibandingkan yang belum pernah. Akibat naiknya kadar kolesterol yang terpicu oleh perubahan hormon estrogen selama masa kehamilan. Untuk menghalaunya, Anda dapat berkonsultasi ke dokter atau tenaga medis. Sekaligus mengikis kekhawatiran terhadap hubungan Anda dan buah hati.

Pengaruh berat badan

Sakit batu empedu juga tidak dapat dipisahkan dari faktor berat badan. Tidak hanya disebabkan berat badan yang berlebihan, alias obesitas. Seseorang juga bisa mengalami karena berat badan yang turun drastis. Faktor yang perlu diperhitungkan jika sedang menjalani diet dan menginginkan kehilangan berat dalam waktu singkat. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments