08

Mengapa Perlu Percaya pada Guru dan Sekolah?

Harapan besar sering disematkan pada guru dan sekolah. Tetapi seringkali, dan tanpa disadari, orang tua belum sepenuhnya percaya. Padahal kepercayaan menjadi faktor penting pengantar suksesnya dunia edukasi anak-anak.

Buktinya, tidak sedikit orang tua yang terus mempertanyakan sistem yang sudah berjalan di sekolah. Banyak pula orang tua yang mengkritik tanpa henti metode pembelajaran yang dibuat oleh guru. Selalu ingin berada di dekat anak. Sehingga apapun aktivitas di sekolah harus selalu dalam pengawasan orang tua. Apalagi ketika merasa anak sendiri tidak diuntungkan atau tidak langsung menunjukkan prestasi dari belajar di kelas.

Pada anak-anak berusia dini, juga demikian. Misalnya, ketika anak terjatuh di area sekolah atau bertemu konflik, orang tua langsung mengarahkan tuduhan pada pihak penyelenggara pendidikan. Atau ingin selalu mendampingi. Walau aturan sekolah sudah jelas bahwa wilayah sekolah harus steril dari orang tua atau pendamping selama jam belajar berlangsung. Dengan tujuan, supaya anak-anak lebih mandiri dan belajar memenuhi kebutuhannya sendiri.

Otomatis, ketidakpercayaan dari orang tua membuat sekolah dan guru tidak bisa bebas. Dalam arti, tidak leluasa mengawal anak-anak didik menerima materi. Merasa selalu diawasi dan takut untuk disalahkan.

Menyamakan visi dan misi

Tidak bisa dibantah, saat tidak ada kepercayaan dari orang tua, guru dan sekolah akan kesulitan menjalankan visi dan misinya. Terlebih ketika orang tua terus menggugat dan terus menerus mempertanyakan. Hal yang seharusnya sudah selesai di waktu orang tua mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah. Di mana percaya juga disandingkan bersamaan dengan harapan pada sekolah yang telah dipilih.

Kepercayaan yang tipis, atau barangkali tidak ada, membuat sekolah sulit menyamakan visi misi dengan orang tua. Kedua pihak bisa memiliki pandangan yang berbeda. Termasuk internalisasi nilai dan materi. Akhirnya, tujuan pendidikan yang sedang dijalani menjadi semu.

Memberikan kesempatan pada guru dan sekolah

Kepercayaan dari orang tua juga menentukan besar kecilnya kesempatan guru mendidik anak dengan optimal. Bukan mendudukkan guru sebagai pihak yang maha benar. Melainkan membangun jalan yang mulus bagi guru bekerja. Bukan berarti pula orang tua tidak boleh memberi kritik sama sekali. Tetapi berikan kesempatan pada diri sendiri mau bekerja sama masuk ke sistem dan bersama-sama mendidik anak-anak.

Jalan anak dapat berkembang

Trust yang ditujukan pada sekolah juga berpengaruh besar pada diri anak. Bayangkan jika orang tua tidak mau percaya pada apa yang sudah diterima oleh anak-anak di sekolah. Anak tidak memiliki antusias dan semangat belajar. Karena tidak ada dukungan dan apresiasi. Orang tua hanya meluncurkan kritikan dan gugatan.

Memilih karena sekolah mampu melakukannya

Harus disadari, bahwa saat orang tua memilih sebuah sekolah, saat itu pula kepercayaan mesti disematkan padanya. Lembaga yang paling tepat mengawal dunia edukasi anaknya dan lembaga yang berisi guru-guru terbaik menurut versi orang tua. Serta lembaga yang dalam bayangannya mampu menjadi jembatan menuju harapan dan impian. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments