30

Agar Tak Kena Pungutan Bea Cukai di Bandara

Bila ke luar negeri jadi pilihan liburan Anda saat libur panjang tahun baru, jangan kalap berbelanja di negeri orang. Karena bisa-bisa kantong Anda jebol untuk membayar pungutan bea cukai di bandara ketika pulang ke tanah air.

Selain dilakukan pemeriksaan, barang-barang yang baru datang dari luar negeri juga sering terkena pungutan. Petugas akan jeli memeriksa barang yang memang seharusnya kena bea cukai. Jika Anda tidak ingin terkena, ketahui syarat bebasnya.

Hal ini telah diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188 Tahun 2010. Artinya pungutan dilakukan secara legal dan wajib dipatuhi bagi yang kedapatan membawa barang di luar aturan.

Jadi tak perlu menunjukkan emosi berlebihan, apalagi melawan. Apalagi memberikan reaksi yang kurang pantas pada petugas. Toh, hasil pungutan akan dimasukkan ke dalam kas negara. Dan diputar guna pembiayaan kebutuhan masyarakat.

Nilai barang tidak melebihi maksimal

Nilai total barang yang dibawa dari luar negeri dapat dihitung per individu. Jika Anda pergi sendirian, barang tidak boleh lebih dari Rp 3,5 juta atau US$ 250. Sedang bila pergi berombongan atau dengan keluarga, nilainya harus kurang dari 13,5 juta atau US$ 1.000. Jadi, sebelum membeli ini-itu, pikir-pikir lagi ya.

Jumlahnya wajar dan barang pribadi

Di samping itu jumlahnya harus wajar dan merupakan barang pribadi. Tidak dijual kembali atau barang titipan orang lain. Petugas dapat curiga andaikan Anda membawa kemeja dengan merk yang sama sebanyak 20 potong. Sehingga melakukan kutipan bea cukai. Tetapi Anda akan bebas jika kemeja bermerk sama hanya 2 potong. Contoh sederhana untuk menggambarkan aturan pungutan.

Sudah tidak terkemas utuh dan bukan baru

Petugas juga tidak akan menghiraukan barang-barang lama dan sudah terkemas rapi. Sikap yang banyak dimanfaatkan pelancong dari luar negeri. Mulai dari membuang bungkusnya, merobek label harga, mengepaknya di koper bersama-sama barang yang lama, dan lainnya. Ada pula yang langsung memakainya agar dianggap sebagai barang yang sudah dibawa sebelum berangkat ke luar negeri.

Batasan cerutu, tembakau, rokok, dan alkohol

Cerutu, tembakau, rokok, dan alkohol juga tidak lepas dari pantauan petugas. Cerutu yang ditolerir berjumlah maksimal 25 batang. Sedang untuk rokok atau sigaret maksimal 200 batang. Sementara minuman beralkohol atau sejenis parfum hanya diperkenankan satu liter saja. Bila melebihi, sudah pasti Anda diwajibkan membayar sebelum keluar area pemeriksaan.

Barang mewah, perhiasan, dan perangkat elektronik

Barang mewah dan perangkat elektronik hampir dipastikan kena bea cukai. Karena nilainya lebih dari US$ 250. Tetapi lagi-lagi banyak pelancong mengambil trik membongkar kemasan resminya. Meletakkan barang-barang ke tas seperti biasa, dipisah-pisah ke dalam banyak tas, atau menggunakannya langsung sebagai aksesoris agar petugas tidak memberikan perhatian lebih.

Uang tunai kurang dari 100 juta

Bea cukai tidak berlaku pada uang tunai kurang dari 100 juta. Namun apabila kondisi memang mengharuskan Anda membawa lebih dari ketentuan, tunjukkan lampiran izin dari Bank Indonesia. Tidak hanya itu, petugas juga akan mengecek keaslian uang yang Anda simpan. Tujuannya guna meminimalisir peredaran uang palsu di dalam negeri. (LAF) 

 

foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments