26

Sikap Orang Tua Ketika Anak Mulai Jatuh Cinta

Bayangkan jika suatu saat mendadak anak bercerita bahwa dia sedang jatuh cinta. Apa yang harus orang tua lakukan? Ingin menghindar tapi ini adalah kenyataan yang harus dihadapi.

Anak yang rasanya baru menginjak sekolah dasar atau menengah ternyata telah mempunyai pujaan hati. Mengisi kepalanya tidak lagi penuh dengan materi sekolah, tetapi menyisakan ruang untuk seseorang.

Terharu, bingung, sedih, dan bahagia menyatu. Serta tak jarang merasa tersaingi karena orang tua bukan satu-satunya pihak yang ditunggu-tunggu kehadirannya. Mungkin jatuh cinta telah mendudukkan orang lain sebagai prioritas utama dan teman dalam segala hal.

Tentunya kekhawatiran seperti ini wajar adanya. Namun jangan berlebihan. Sikapi dengan wajar dan bijak karena jatuh cinta bisa menimpa siapa saja. Termasuk anak, juga Anda dan pasangan dulunya hingga memutuskan untuk hidup bersama-sama.

Pandang dia sebagai orang dewasa

Apa daya anak telah jatuh cinta. Ajaklah dia bicara sebagai orang dewasa. Bukan sebagai anak kecil dan Anda hanya memberikan nasihat yang bersifat menggurui. Ketika dia mengungkapkan perasaannya pada Anda, berarti dia mendudukkan Anda sebagai pihak yang bisa membantu. Sekadar ingin didengar atau mengharap saran-saran yang bisa ditiru olehnya.

Siapa dan mengapa

Lanjutkan ke pertanyaan, pada siapa dia jatuh cinta dan mengapa. Sebab jatuh cinta tidak melulu terkait perasaan saja. Jatuh cinta juga harus merambah logika dan rasionalitas. Jadi mengajarkan anak tidak terjebak pada cinta buta, hingga rela mengorbankan apa saja. Di samping tentunya Anda tahu siapa yang sedang mendominasi hati dan pikiran anak sendiri.

Contoh pengalaman jatuh cinta

Supaya curhat jatuh cinta jadi lebih menarik dan asyik, coba ceritakan pengalaman di masa lalu. Mungkin orang tua punya deretan kisah cinta monyet sewaktu usia sekolah. Atau mengulang memori tentang lucunya para mantan dan cara membalas sikap yang menyebalkan. Anak pun tak hanya mendengar, tapi juga belajar jatuh cinta yang sehat.

Lalu apa?

Jangan lupa, tanyakan pada anak apa yang ingin dilakukan? Berhenti di tahap sekadar mengagumi, ingin menyatakan perasaan langsung pada cintanya, atau menuju pada relasi pacaran. Sedang dari pihak orang tua bisa menindaklanjuti dengan tawaran pertemuan. Agar semakin mengenal tokoh pujaan hati dan menyelami pribadinya.

Sehat dan tidak sehatnya di mana

Dan, buka mata anak lebar-lebar untuk mengenal jatuh cinta yang sehat dan yang tidak. Apalagi dia memutuskan akan lebih serius dengan idolanya. Misalnya yang diperbolehkan adalah mengerjakan tugas sekolah berdua. Tetapi anak tidak boleh mengirim gambar vulgar dirinya, melakukan sexting, atau pulang malam tiap hari untuk kencan. Memberitahu bentuk pelecehan seksual, tindakan kasar, dan yang lainnya. Sehingga turut menyelamatkan anak dari hubungan tak sehat.

Siap ikut bahagia dan patah hati

Orang tua juga siap merasakan berbagai kondisi. Ada hari di mana anak merasa bahagia karena berbunga-bunga. Serta siap mendadak anak hanya mengurung diri karena patah hati. Yakinkan padanya, bahwa Anda ada selalu untuknya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments