24

Saat Harus Bekerja Jauh dari Keluarga

Menjemput rezeki tak selamanya mulus. Terkadang mengharuskan Anda berpisah dengan keluarga. Bahkan dalam waktu yang lama. Jarak pun mesti ditepis demi menjaga harmoni dan keutuhan.

Sebab bukan tidak mungkin jarak menghadirkan keterasingan. Ditambah intensitas pertemuan yang sangat minim membuat Anda dan keluarga tak seakrab dulu. Keluarga yang seharusnya hangat dan saling memiliki tak lagi erat ikatannya. Apalagi kebutuhan anak akan kehadiran kedua orang tua tak terpenuhi.

Menemukan titik temu

Mari saling berbicara. Terbuka mengenai alasan di balik tempat bekerja yang jauh dari keluarga. Berbeda kota, pulau, bahkan benua. Ada kepentingan yang harus dikorbankan, tetapi juga untuk meraih tujuan tertentu. Misalnya finansial yang lebih aman sehingga perekonomian keluarga dapat membaik. Jadi, tidak ada rasa kehilangan. Semuanya tetap saling memiliki.

Tetap berkomitmen

Tepati komitmen yang sudah Anda buat dengan pasangan. Juga dengan anak maupun orang tua. Ketika komitmen dengan terpaksa tak terpenuhi, jangan berdiam diri. Utarakan penyebabnya, sehingga keluarga dapat memaklumi.

Saling menepati janji

Begitu pula untuk selalu mengindahkan janji. Baik dari Anda pribadi, juga dari pihak keluarga. Janji yang terkait banyak hal. Seperti saling mengucapkan selamat di hari-hari spesial. Walau  terkesan sepele, jika terus dijaga akan mampu mengantarkan kehangatan selalu di setiap waktu.

Komunikasi sehari-hari

Lakukan komunikasi setiap hari. Kini teknologi menghadirkan banyak pilihan. Tidak hanya suara, tetapi juga bertatap muka lewat aplikasi. Saling melepas rindu dengan berbagai bahan obrolan. Sehingga tidak ada hambatan mengetahui kabar keluarga yang paling baru.

Jadwal rutin bertemu

Bagaimanapun kebutuhan bertemu perlu diwujudkan. Jadwalkan secara rutin. Misalnya di akhir tahun atau setiap anak-anak libur sekolah. Tidak harus Anda yang pulang ke rumah. Keluarga bisa bergantian datang ke tempat bekerja. Apabila tidak tercapai, segera beri solusi. Seperti menggantinya dengan piknik ke tempat wisata.

Pola asuh

Jika sudah ada anak, bicarakan bersama pasangan tentang pola asuh. Mengenai siapa yang akan menjaga, norma-norma yang harus diterapkan, jenjang pendidikan, mengisi waktu luang, nutrisi, dan sebagainya. Juga bagaimana mengatasi perpisahan dengan orang tua agar anak-anak tetap merasa bahagia. Pentingnya membicarakan pola asuh ini dimaksudkan supaya tidak ada perbedaan antara nilai-nilai orang tua dengan pihak pengasuh anak di rumah.

Tentang finansial

Pembahasan tentang finansial juga perlu untuk didiskusikan. Khususnya hasil pemasukan yang boleh dibelanjakan dan angka yang harus ditabung. Serta alokasi untuk diri sendiri maupun keluarga yang menanti. Terlebih bila bekerja jauh dari rumah memang ditujukan untuk meraih finansial yang lebih baik.

Kapan harus berakhir?

Tentu jarak suatu saat nanti harus diakhiri. Karena keinginan untuk berkumpul kembali dan berdekatan satu sama lain. Mungkin saja Anda belum bisa memutuskan kapan untuk pulang. Namun, buat saja prediksi yang kemungkinan besar dapat dilakukan. Misalnya pulang dan membangun usaha sendiri saat tabungan sudah mencapai angka sekian. Atau kelak ketika anak-anak beranjak besar dan Anda ingin menambah momongan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments