21

Efek Menopause pada Tubuh

Tubuh perempuan memang luar biasa. Melewati serangkaian fase, yang dapat dikatakan, berakhir dengan menopause. Tetapi sebenarnya tidak berhenti disini. Menopause tetap menghadirkan berbagai efek nyata.

Salah satu yang paling tenar adalah ketidakmampuan untuk mempunyai anak lagi. Hal ini terkait berkurangnya sel telur yang dilepas oleh ovarium. Alias tidak lagi mengalami menstruasi tiap bulan.

Perempuan yang mengalami menopause biasanya di rentang umur 40 tahun ke atas. Banyak pula yang baru mengalaminya setelah menginjak usia 50 tahun. Namun dapat menimpa perempuan di bawah 40 tahun, dan ini disebut dengan menopause dini. Umumnya terjadi karena operasi, kerusakan pada indung telur, dan kemoterapi.

Tubuh pun tidak langsung serta merta mengalami. Akan ada sinyal-sinyal sebelum menopause benar-benar datang. Seperti menstruasi tidak lagi teratur setiap bulan, produksi hormon estrogen menurun, dan lain-lain. Kondisi ini terjadi selama kurang lebih satu tahun. Setelah itu perempuan akan mengalami menopause secara permanen.

Kesuburan menurun

Pada dasarnya kesuburan bukan saja menurun, melainkan hilang sama sekali. Tidak lagi ada produksi sel telur juga hormon-hormon tertentu. Bagian indung telur mengering dan percuma saja jika terjadi proses pembuahan. Otomatis, saat menopause perempuan akan sulit hamil.

Vagina terasa kering

Menopause juga membuat vagina terasa kering. Sebagai dampak menurunnya jumlah lendir yang diproduksi oleh hormon estrogen. Selain itu muncul atrofi vagina, yang ditandai penipisan dan penyusutan jaringan. Akibatnya terjadi dispareunia, atau rasa nyeri yang menyerang vagina saat berhubungan seksual. Faktor utama yang membuat perempuan memiliki gairah seks yang rendah.

Hot flushes

Hot flushes dirasakan ketika Anda mengalami panas secara tiba-tiba. Mendadak di bagian wajah, leher, dan dada. Serta dapat menyebar ke area punggung dan lengan. Kemungkinan kulit bisa memerah, timbul keringat berlebih, serta denyut jantung yang terlalu cepat atau tidak beraturan. Jika terjadi, segera dapatkan bantuan medis agar mendapat pertolongan dan penjelasan yang lebih pasti.

Sulit tidur

Kesulitan tidur menjadi efek lain dari menopause. Aktivitas yang sukar dilakukan di malam hari di mana merembet pada rasa capek di siang hari. Sulitnya tidur juga diiringi banyak keringat yang semakin membuat suasana tak nyaman.

Mood swing

Jangan heran pada perempuan yang sudah menopause dikenal moody. Hal ini sebagai imbas perubahan kondisi tubuhnya yang belum tentu mudah diterima. Stres, sulit tidur, merasa sakit, nyeri, kelelahan, perubahan pada keluarga atau pasangan yang bercampur aduk jadi satu. Sehingga jangan biarkan mereka merasa sendiri. Bantu dan carikan solusi agar menopause bukan mimpi buruk yang selalu menghantui setiap hari.

Ancaman penyakit

Waspadai beberapa ancaman penyakit begitu mengalami menopause. Gara-gara produksi estrogen turun, tulang jadi rapuh dan cenderung keropos. Kulit juga tak lagi memiliki lapisan kolagen yang cukup. Sehingga terasa kering, bersisik, bahkan keriput. Perubahan juga akan dirasakan oleh daerah mulut. Mulai dari gigi tanggal sampai penyakit gusi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments