19

Tak Perlu Berbohong pada Anak, Ganti dengan Ucapan Ini

Kebohongan yang ditujukan pada anak kerap diluncurkan dengan kata-kata negatif. Bernada mengancam dan membuat anak serta merta patuh saat itu juga. Padahal masih banyak kata-kata positif yang bisa diucapkan.

Kata yang tidak saja menceritakan kondisi sebenarnya. Melainkan juga mengikis kebiasaan berbohong yang sebenarnya tidak perlu. Anak perlu diajak berbicara layaknya orang dewasa. Mengajak berperan aktif memikirkan kondisi yang dihadapi, membuat keputusan, dan mengerti konsekuensi.

Memang dampaknya akan berbeda. Kata negatif hanya menghasilkan dampak instan. Ketika anak bertingkah tidak sesuai harapan, lagi-lagi kebohongan dilakukan. Sebaliknya, kata yang positif membutuhkan waktu yang lebih lama, effort lebih besar, dan mesti berulang kali dikatakan. Tetapi hasilnya lebih mengena dan menumbuhkan kesadaran disiplin pada anak.

Bagaimana kalau kita beli lain kali?

Seringnya saat anak rewel meminta mainan, orang tua langsung mengatakan kondisi yang tidak sebenarnya. Misalnya, barang itu tidak dijual, nanti dimarahi yang jual, dan sebagainya. Sebaiknya katakan saja, bagaimana kalau kita beli lain kali? Pertanyaan yang menegaskan bahwa sebelumnya belum ada kesepakatan membeli mainan, belum ada uang, atau anak telah membeli mainan kemarin hari. Walau anak kemudian tantrum, anak juga belajar mengenal kompromi.

Kapan-kapan lagi ya mainnya

Kalimat ini merupakan permintaan tegas namun dengan bahasa halus. Negosiasi saat anak tidak mau pulang ke rumah, asyik bermain di rumah teman, sedang hari sudah menjelang malam. Hindari menakut-nakuti agar anak menurut. Seperti ada hantu keluar, dan sebagainya.

Lebih baik makan yang bergizi

Anak memang cenderung menyukai jajanan yang manis dan gurih. Coba ungkapkan ajakan positif dan menggambarkan manfaatnya. Contohnya, jika kita makan yang bergizi seperti buah dan sayur, tubuh lebih sehat. Namun, jangan ragu untuk menyebutkan dampak negatif jajanan tak sehat. Mulai dari menerangkan kandungan berbahaya sampai badan yang bisa menjadi sakit.

Sekolah itu menyenangkan

Adakalanya anak malas atau takut di hari pertamanya. Jangan ancam dengan hukuman dari sekolah, guru yang menakutkan, tidak jadi pintar, dan sejenisnya. Lebih baik, berikan bayangan yang menyenangkan tentang bersekolah. Bisa bermain dengan banyak teman, bercanda, dan tertawa. Serta dapat mengobrol dengan guru tentang banyak hal. Persepsi sekolah yang tak menyenangkan pun perlahan-lahan luntur.

Istirahat yang cukup, baik untuk tubuh

Malam sudah begitu larut dan anak tidak menunjukkan keinginan tidur sama sekali. Sebagai senjata, orang tua sering menghardik dan berbohong. Segera ganti kebiasaan buruk ini. Katakan istirahat yang cukup akan lebih baik bagi tubuh. Bisa bangun pagi dan tidak terlambat ke sekolah.

Polisi dan dokter itu baik

Sudahi menakut-nakuti anak dengan menggunakan objek profesi tertentu. Seperti jika nakal akan ditangkap polisi atau disuntik dokter. Tak heran banyak anak langsung menangis begitu bertemu dokter. Maka dari sekarang, kenalkan mereka sebagai sosok yang baik hati. Sehingga anak tak perlu ketakutan. Anak lebih siap dan senang bertemu dengan polisi dan dokter sebagaimana bertemu teman-teman sebayanya. (LAF) 

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments