18

Luwes di Dunia Pergaulan

Harus diakui, kondisi sosial ekonomi memengaruhi dunia pergaulan. Diterima atau tidaknya seseorang sering dilihat dari sosial ekonomi yang dia punya. Bagaimana agar diri sendiri tidak terjebak dengan situasi seperti ini?

Sebab siapapun ingin selalu diterima. Tetapi dapat tertolak karena kondisi yang tak seimbang. Berada dalam situasi yang sangat berbeda dari teman-teman yang lain. Apalagi ketika diri sendiri mengalami ketimpangan yang tampak jelas. Alias dinilai kurang beruntung dibanding yang lain.

Padahal sejatinya sosial ekonomi bukan penentu satu-satunya sukses pergaulan seseorang. Namun tak bisa diabaikan juga. Masih ada etika dan tata norma yang mengajarkan memilih teman dari golongan yang sama. Atau minimal tidak jauh berbeda. Sesuatu tatanan yang membuat sulit bagi mereka, juga Anda, luwes di dunia pergaulan. Adakah cara mengatasinya?

Tetap apa adanya

Tetap menjadi diri sendiri dan apa adanya. Kepura-puraan dan kebohongan tidak pernah mendapat tempat. Sedangkan dengan menjadi diri sendiri lebih menarik kepercayaan orang lain. Sehingga Anda dapat masuk dan diterima dalam kelompok pertemanan. Mungkin di awal ada yang memandang sebelah mata, tetapi perlahan-lahan Anda akan dapat merebut hati.

Tidak memaksa pada hal yang sama

Juga jangan sampai memaksakan diri menjalani kondisi yang sama. Terlebih hanya terlihat seolah-olah, padahal tidak sama sekali. Misalnya Anda memaksa berpenampilan dengan merk busana yang sama. Tidak menghiraukan harga, asal yang penting diterima. Bukan saja tabungan jebol, capek serta lelah juga akan dirasa. Belum lagi jika untuk memenuhi itu semua Anda harus berutang.

Menurunkan ego dan ekspektasi

Turunkan ego dan ekspektasi Anda di dunia pergaulan. Tak perlu berharap semua orang akan mau menerima atau menyukai Anda. Jadi tidak ada rasa sakit hati atau dengki. Mulai dari diri sendiri untuk memberikan respek dan cinta kasih pada yang lain. Otomatis sikap yang sama akan berbalik pada Anda.

Supel saat bersama

Di samping itu, jadilah pribadi yang supel. Dalam keseharian Anda terbiasa untuk berhemat. Namun tak ada salahnya untuk sesekali menerima ajakan teman nongkrong di kafe atau makan di restoran. Batasi saja terhadap diri sendiri agar tidak menjadi kebiasaan. Adakalanya menolak ajakan, terutama ketika terlalu sering. Dan adakalanya menerima, semata-mata demi menjaga harmoni pertemanan. Tinggal mengakali, seperti memesan makanan atau minuman yang paling murah.

Teman sejati

Usahakan menjadi teman sejati. Selalu senang menghabiskan waktu dengan teman kala suka dan duka. Memberikan kabar saat tidak bisa datang atau tak bisa mengulurkan bantuan. Namun Anda sanggup menyokong berupa dukungan. Tak melulu mengandalkan materi dalam tali relasi.

Tidak meminta dikasihani

Walau berada dalam kondisi yang berbeda, hindari meminta dikasihani. Setiap saat dan setiap waktu. Khususnya mendominasi dengan berbagai cerita kekurangan Anda sendiri. Pertama-tama mungkin teman akan menaruh empati. Lama-lama mereka justru menjadi antipati. Menilai pribadi Anda yang tak luwes bergaul, serta hanya dianggap memanfaatkan status teman yang lebih berada. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments