16

Eduwisata Sebagai Pengisi Liburan

Libur telah tiba. Berdurasi panjang dan bertepatan dengan tahun baru. Sudah pasti anak-anak menginginkan agenda liburan yang seru. Tak perlu bingung, Anda bisa mengenalkan eduwisata sebagai pengisi liburan mereka.

Istilah eduwisata merupakan gabungan dari konsep pariwisata yang menggaet unsur pendidikan ke dalamnya. Tujuannya supaya penikmatnya mendapat kenang-kenangan berupa pengetahuan dan manfaat yang berguna. Kegiatan belajar dan bermain dikombinasikan menjadi satu.

Tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak. Orang tua pun bisa merasakan kepuasan. Bahkan ikut menikmati rangkaian kegiatan. Secara tidak langsung tetap mengajak anak belajar dengan cara-cara yang fun. Terlebih eduwisata seringkali mengajak pengunjungnya merasakan dan berinteraksi aktif. Tentunya anak akan mendapat sensasi menyenangkan, ditambah pengalaman yang kian banyak.

Serta, jangan khawatir akan membosankan. Sebagian memang hadir dalam kondisi yang sunyi dan sepi. Ada pula yang harus berkotor-kotoran ria. Tapi percaya saja, semuanya untuk liburan seru dan pengalaman yang berbeda.

Ekowisata

Tema ekowisata juga tidak berbeda jauh dengan eduwisata. Tetapi yang ini lebih mengarah pada pelestarian lingkungan. Seperti penanaman bakau, penyelamatan terumbu karang, reboisasi di taman kota, dan sebagainya. Anak-anak akan diajak untuk terjun langsung menjadi pelaku penyelamatan. Mengasyikkan karena mengajak anak tertarik menjadi pahlawan lingkungan.

Hutan kota atau lindung

Berkunjung ke hutan kota atau hutan lindung dapat menjadi pengisi liburan yang menarik. Anda dan keluarga dapat mengenal berbagai tanaman dan pemandangan yang menenangkan. Juga menghirup udara yang lebih segar dan suasana yang menenteramkan. Sejenak bersantai dengan hidangan serba hijau sepanjang mata memandang. Plus melepas lelah dan stres yang mungkin telah lama mengendap dalam pikiran.

Cagar budaya

Jangan salah, cagar budaya tidak selalu membosankan. Kini banyak yang terkemas apik dan menarik. Bahkan tersaji dengan penuh keanggunan dalam penampilannya. Disertai dengan berbagai fasilitas dan pertunjukkan budaya. Pengunjung tidak hanya melihat benda-benda mati, tapi juga mengenal seluk beluk historis dan perkembangannya. Meninggalkan informasi yang berharga tentang literasi budaya bagi anak-anak.

Museum

Begitu pula dengan museum. Tempat yang menyimpan sejuta peninggalan antik dan artistik. Bahkan beberapa museum sengaja terbuka dengan elemen modern serta jauh dari kesan tua. Sebut saja Museum Angkut di Kota Batu, Malang. Memajang alat-alat transportasi dengan teknik yang inovatif dan kreatif. Seharian di sana serasa belum cukup untuk berkeliling. Jadi, bersenang-senang dan mendapat ilmu bisa diraih sekaligus.

Galeri seni

Galeri seni tepat bagi mereka yang suka dunia kreasi. Di samping orang tua dapat mengasah bakat dan talenta si kecil. Saat mereka ingin mencipta sesuatu tetapi bertemu kebuntuan, mungkin galeri seni akan sangat membantu. Apalagi pameran yang diadakan seringkali tematik.

Desa wisata

Desa wisata memiliki daya tawar yang menarik dan kompleks. Di sana, anak-anak bisa menghayati kebiasaan atau adat yang eksotis. Terlibat pembuatan karya seni atau kerajinan dengan para ahlinya. Ditambah turut menghayati kehidupan pedesaan yang identik dengan pertanian, gotong royong, dan kekerabatan yang masih kental. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments