10

Jangan Unggah Ini di Media Sosial Tentang Perusahaan

Karyawan berhak dan bebas menggunakan media sosial pribadi. Tetapi saat dia sudah terikat kontrak kerja, sebaiknya hindari mengunggah hal-hal berikut tentang perusahaan. Karena dapat menurunkan penilaian dan memengaruhi karier.

Tanpa disadari unggahan bisa menjatuhkan citra tempat bekerja sendiri. Dapat pula dimanfaatkan oleh perusahaan pesaing. Makin runyam jika Anda nantinya dijadikan sasaran tembak. Bahkan, saat unggahan dianggap terlalu menjatuhkan, Anda bisa dipidanakan. Jadi, hati-hati ketika bermain-main di media sosial.

Data rahasia

Simpan rapat-rapat data rahasia di kalangan internal saja. Tak perlu disebut-sebut melalui akun yang Anda punya. Data yang meliputi hasil meeting, rencana jangka pendek dan panjang, permintaan klien, inovasi yang terbaru, jumlah utang, tunggakan pajak, maupun cara peningkatkan mutu pelayanan.

Sekali lagi saja Anda unggah, besar kemungkinan langsung mendapat teguran. Atau Anda langsung dihentikan status sebagai karyawan saat itu juga. Belum lagi, data rahasia bisa dipakai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ketidakpuasaan

Hindari pula menuliskan kata-kata yang menggambarkan ketidakpuasan pada perusahaan. Tentang besar upah yang Anda terima, fasilitas, cuti, dan sebagainya. Jika Anda merasa tidak nyaman, sebaiknya bicarakan langsung dengan atasan langsung ketimbang mengungkapkan perasaan di media sosial.

Keburukan rekan

Memiliki rekan kerja yang menyebalkan memang tidak menyenangkan sama sekali. Tukang gosip, suka menelikung di belakang, nir-toleran, serta masih banyak lagi. Tapi tahan diri. Jangan sampai Anda ikut-ikutan bergosip tentang mereka di akun Anda. Lebih baik temui teman dekat untuk berbagi. Salah-salah, unggahan tentang keburukan rekan bisa berbalik melawan diri sendiri. Anda sendiri kan yang rugi.

Tentang atasan

Dan, jangan sekali-kali menyebut-nyebut hal negatif terkait atasan. Masih dapat dimaklumi jika Anda sangat menyanjungnya. Namun sekali Anda menulis dengan kata-kata tak bijak, jangan salahkan orang lain bila Anda langsung dianggap keluar dari perusahaan. Minimal, setelahnya Anda tidak terlalu lagi dipandang sebagai karyawan yang kompeten. Meski potensi dan keahlian sangat besar.

Siapa klien perusahaan

Saat bermedia sosial, lupakan siapa klien perusahaan. Persoalan yang sedang terjadi, masalah yang belum selesai, juga ikatan perjanjian yang dijalin tak perlu disebutkan. Apalagi mengungkit-ungkit klien dari segi personalnya. Jika sampai ketahuan, bukan saja segala kontrak bisa dibatalkan, Anda juga dapat diperkarakan karena sudah dianggap mencemarkan nama baik.

Keinginan untuk segera pindah kerja

Lalu, tak ada manfaatnya sama sekali membuat status bahwa Anda ingin segera mendapat pekerjaan yang baru. Perusahaan dapat menilai Anda memang ingin berhenti dan dikabulkan seketika itu juga. Padahal, mungkin Anda tidak terlalu serius dan hanya sekadar menulis kata-kata. Akhirnya siapa yang rugi?

Hal-hal yang belum disepakati

Ketika ada hal-hal yang belum disepakati dengan perusahaan, sebaiknya juga tidak diungkap di media sosial. Terutama bila hanya berdasar keinginan atau harapan Anda semata. Sedang perusahan belum memahami karena sebelumnya memang belum ada pembicaraan serius. Otomatis fitnah dan tuduhan bisa langsung diarahkan pada perusahaan tanpa klarifikasi atau pembuktian terbalik. (LAF)  

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments