28

Mengintip Problem Anak Remaja

Remaja itu memang unik. Tidak bisa disebut lagi anak-anak, tetapi juga belum bisa dikatakan sudah dewasa. Masa, yang terkadang, suka bikin geleng-geleng para orang tua. Tak lain karena kelakuan mereka yang dianggap sebagai problema.

Maka jangan gegabah melihat tingkah lakunya. Menyalahkan atau langsung memberitahukan mana yang benar. Versi tentang baik buruk, sopan santun, dan lainnya bisa mendadak berubah dalam pandangan mereka.

Remaja memang suka berbeda. Hal yang sering tidak bisa diterima atau dipahami oleh orang lain. Bahkan keluarga sendiri.

Mengagungkan penampilan

Menuju masa remaja ditandai dengan perubahan fisik yang sangat kentara. Contohnya, untuk wanita, pinggul dan payudara membesar. Sedangkan pada pria, mulai tumbuh kumis dan suara membesar. Pada awalnya perubahan ini bisa membuat mereka bingung dan tidak mudah menerima. Namun lama-kelamaan mereka mulai tertarik memperhatikan penampilan diri sendiri.

Gandrung mengikuti saran stylist. Juga mulai coba-coba menggunakan makeup. Tatanan rambut yang beken. Dan tak ketinggalan berbagai aksesori yang sedang tren.

Membantah dan melawan

Mereka bukan lagi anak penurut seperti masih kecil dulu. Kini tiap hari banyak bantahan dan perlawanan. Bahkan untuk hal-hal yang sepele sekalipun. Jangan langsung naik tensi. Beri pengertian bahwa mereka sedang mencari makna untuk setiap hal yang berlaku bagi dirinya.

Lebih memilih bersama teman

Remaja juga cenderung lebih senang menghabiskan waktu bersama teman dari pada keluarga. Untuk yang satu ini, berikan respon yang tepat. Ketahui dengan siapa saja dia berinteraksi dan agenda yang dijalankan. Tidak terlalu mengekang, namun juga tidak membiarkan lepas tanpa kontrol.

Jatuh cinta

Dan tanpa disangka, anak merasakan jatuh cinta. Pada teman sebaya atau orang yang tak dikenal asal usulnya. Hari-harinya diisi dengan sukacita. Tapi mendadak sedih dan galau berkepanjangan. Semangat belajarnya mendadak tinggi, lalu berubah lesu sama sekali. Waspada, ya.

Punya idola

Idola bagi remaja adalah segalanya. Artis, musisi, komikus, ahli agama, kakak angkatan, dan masih banyak lagi. Di sisi lain tidak jarang mengidolakan seseorang, yang bagi orang tua, dianggap nyeleneh atau tidak sepatutnya. Karenanya, tetap beri ruang bagi sang idola. Tetapi anak wajib memahami batasannya.

Tergantung teknologi

Teknologi menjadi nomor satu. Harus hadir dalam setiap aktivitasnya. Di mana kadang membuat mereka kurang peka dengan yang lain. Alias minim bersosialisasi. Terlebih sudah ketagihan dalam permainan online. Sebentar saja tidak menyentuh gadget, rasanya ada yang hilang.

Tekanan sosial dan perundungan

Tidak sedikit masa remaja justru mengalami tekanan sosial dan perundungan. Masa yang meninggalkan trauma dan tidak bisa menikmatinya. Bantu mereka untuk bangkit dan melewati semua itu. Seberat apapun tantangan yang harus dihadapi tiap hari, tanamkan keyakinan bahwa ada orang tua yang tetap mencintai dan mendukung sepenuhnya. Balas segala tekanan dengan prestasi.

Eksistensi diri

Remaja juga membutuhkan respek, perhatian, dan penghargaan dari orang-orang di sekitarnya. Tidak ingin diremehkan dan sebaliknya, ingin dianggap ada. Caranya bereksistensi diri diekspresikan via prestasi dalam akademik atau talenta. Ada pula yang melalui media sosial, komunitas, menggalang kegiatan tertentu, dan sebagainya. (LAF)  

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments