27

Tahu Teman Selingkuh, Diam atau Mengingatkan?

Tahu teman sendiri berselingkuh memang tidak mudah. Ada ragu dan bimbang untuk memilih diam atau segera mengingatkan. Saat Anda berada dalam posisi demikian, apa yang akan Anda lakukan?
Padahal perselingkuhan sebenarnya bukan masalah Anda. Karena Anda bukan pelaku. Tidak dirugikan, tidak pula diuntungkan. Tetapi menjadi merasa memiliki kewajiban sebagai konsekuensi kedekatan relasi dengan teman. Entah teman masih berpacaran atau sudah dalam status pernikahan.
Daripada diri sendiri terus berada dalam rasa galau atau terjebak rasa bersalah tanpa dasar, lebih baik segera ambil keputusan. Anda sendiri yang paling memahami kondisi, situasi, dan siapa teman yang sedang berselingkuh ini. Sedikit banyak bantuan yang Anda berikan barangkali akan membuatnya lebih baik lagi.
Apa benar dia selingkuh?
Pertanyaan ini harus bisa Anda jawab dengan jujur. Tidak berdasar asas praduga semata. Apalagi kecurigaan tanpa dasar. Hanya karena teman sering bersama orang lain, yang bukan pasangan resminya, lalu Anda menuduh selingkuh padanya. Coba temukan fakta atau harus diakui bahwa ini hanya ilusi.
Sejauh mana kepentingan Anda
Pada dasarnya Anda memang tidak mempunyai kepentingan dengan perselingkuhan teman. Akan tetapi Anda dapat memilih bersikap karena merasa tak nyaman dan tidak bisa membenarkan. Perselingkuhan tidak bisa ditolerir dalam prinsip hidup Anda. Jadi kepentingan bisa diarahkan untuk menjaga keutuhan hubungan sebagai teman.
Tujuan diam atau mengingatkan
Selain kepentingan, Anda juga wajib menyadari tujuan bersikap pada teman. Baik itu diam atau langsung mengingatkan. Masing-masing cara memiliki hasil yang berbeda. Jadi bisa saja tujuan yang ingin diraih gagal total. Ingat pula konsekuensi atas tiap pilihan.
Memilih diam bisa diartikan pura-pura tidak tahu, tetapi relasi tetap hangat. Sedang mengingatkan akan membawa efek yang lebih kompleks.
Menyadarkan, bukan menghakimi
Pastikan Anda berusaha untuk menyadarkan. Membuatnya sadar dan keluar dari khilafnya. Bukan berperan sebagai juru hakim. Cenderung menyalahkan. Apalagi enggan mendengar alasan di balik terjadinya perselingkuhan. Akhirnya bukan saja tali pertemanan terputus, Anda juga tidak menyumbangkan kontribusi apapun.
Dia tahu yang terbaik
Bagaimanapun teman adalah yang paling mengerti pilihannya sendiri. Beban dan tanggung jawab yang harus ditanggung. Serahkan semuanya apakah nantinya dia tetap bertahan dengan pasangan yang sah atau masih mendua. Cukup Anda berhenti di sini. Supaya Anda juga tidak ikut terseret ke dalam hubungan ilegal mereka.
Siap dengan reaksinya
Anda harus siap dengan reaksi teman. Termasuk perubahan hubungan ke depan pasca Anda mengingatkan. Bahkan sekadar bertanya pun bisa menimbulkan konsekuensi tak menyenangkan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments