23

Hujan Datang, Rumah Tetap Nyaman

Hujan memang kerap dirindukan. Namun saat dia datang, rumah harus tetap memberikan keteduhan. Sebab sekali rumah tak siap menyambut hujan, Anda dan keluarga pasti dibuat kerepotan.

Terlebih kala musimnya memang telah tiba, hujan tak hanya turun sesekali. Ia bisa datang setiap hari. Menghalau sinar mentari, membuat rumah terasa kelabu. Semakin sendu saat Anda harus repot-repot menyiapkan ember di sana sini. Sebagai penadah tetesan hujan yang berhasil masuk ke dalam. Dinding tak lagi hangat, namun lembap dan mulai bertumbuh jamur.

Rumah pun terancam sakit. Mengancam seluruh penghuninya dengan kuman dan bakteri yang bersarang. Pilek, demam, atau thypus jadi tak terhindarkan.

Belum terlambat walau hujan telah datang. Segera siapkan segala kebutuhan yang diperlukan rumah. Agar ia mampu tampil sebagai tameng dan benteng menghadapi efek hujan yang tak diinginkan.

Atap dan plafon

Kebocoran di atap merupakan isu terbesar saat hujan datang. Anda bisa melakukan pemeriksaan tiga bulan sekali untuk memastikan kerusakan. Jika sudah terlanjur rusak, segera ganti. Terutama untuk atap dari genteng atau kayu kerangka yang sudah lapuk. Siraman hujan yang cukup besar mampu merobohkan genteng secara massif.

Lalu perhatikan bagian plafon. Peneduh ini harus senantiasa kering. Bila ia dibiarkan basah terus menerus, tubuhnya akan menjamur, membusuk, dan roboh.

Talang air

Cek ulang fungsi talang air. Tanpa disadari, talang air sering penuh dengan sampah daun atau sampah yang lain. Ketika proses kerjanya terganggu, talang air justru menjadi penyebab kebocoran. Air yang seharusnya dialirkan menjauh, malah masuk ke bagian dalam rumah.

Dinding

Pada dinding, perhatian lebih besar perlu diarahkan pada dinding eksterior. Karena lapisannya langsung terkena air hujan. Anda dapat membantunya dengan memberikan cat pelindung cuaca (weather shield). Sehingga tidak mudah terkelupas atau berjamur. Sedang dinding yang dibuat dari batu pualam, Anda dapat memberikan vernis setiap enam bulan sekali guna menghindari lumut. Dinding pun tetap terawat.

Lantai

Lantai juga tak luput dari pemeriksaan. Segera tutup lubang kecil atau liang yang biasanya dimanfaatkan hewan-hewan yang tinggal di dalam tanah. Datangnya hujan membuat tanah basah dan menarik mereka keluar via lantai yang berlubang. Tentu Anda sekeluarga tak ingin kan diganggu kehadiran mereka?

Lampu eksterior

Lampu eksterior, terletak di bagian luar dan sebagai penerangan, juga penting diperhatikan keberadaannya. Terlebih bagian kabel yang sejatinya harus tetap terbungkus rapat. Begitu pula kap atau atapnya. Tetap harus memayungi lampu, sehingga air hujan tidak langsung menyiram bola lampu. Menghindari risiko terjadinya korsleting atau hal-hal lain yang membahayakan rumah.

Saluran air kotor

Saluran air kotor memang setiap hari bekerja. Namun dengan hadirnya hujan, volume air yang melewatinya dapat berlipat. Bersihkan sampah yang tetap tinggal dan menumpuk didalamnya. Jika dibiarkan dalam kondisi tak layak, air bukannya mengalir lancar, tetapi dapat meluber. Bak air bah yang siap mengancam ketahanan rumah kapan saja. (LAF) 

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments