21

Menyiapkan Anak Gadis Menerima Haid Pertama

Menstruasi pertama memang sesuatu bagi anak gadis. Sesuatu yang istimewa juga bagi orang tuanya. Seolah turut merasakan mengalami menstruasi beserta segala tetek bengeknya.

Orang tua memang tidak bisa begitu saja lepas tangan saat anak gadisnya pertama kali mengalami menstruasi. Selain banyak mitos-mitos yang mengiringi, orang tua juga perlu mengajak anaknya berbicara. Agar memahami persoalan menstruasi dengan benar. Sekaligus tetap mendekatkan hubungan dengan orang tua, sekalipun anak mulai beranjak dewasa.

Terlalu cepat, tepat, atau lambat

Menstruasi pertama, dalam dunia medis dikenal sebagai menarche, datang di usia yang berbeda-beda. Namun dapat dikategorikan datang terlalu cepat, tepat, atau lambat. Dikatakan terlalu cepat apabila dialami umur 9 tahun. Tepat atau normal direntang usia 11 hingga 13 tahun. Dan terlambat apabila baru terjadi pada 15 tahun ke atas.

Faktor lingkungan dan sosial turut memberi pengaruh. Anak perempuan yang kurang olahraga, obesitas, ketegangan dari keluarga, terlahir dengan berat badan rendah, riwayat ibu yang mengalami preeklampsia, serta telah mengisap rokok secara aktif.

Jadi jangan anggap remeh usia anak saat mengalami menstruasi beserta faktor dominan yang memicu. Langkah antisipasi cepat diambil dan memungkinkan melakukan sebanyak mungkin solusi.

Perubahan fisik yang dialami

Anak perlu memahami perubahan fisik pada tubuhnya sendiri. Perubahan jasmani yang menandakan bertambahnya matang jenjang kehidupan seseorang. Ditandai dengan payudara yang tumbuh membesar, panggul yang melebar, ada rambut di bagian ketiak dan sekitar kemaluan. Karenanya anak harus menjaga dan merawat sebaik-baiknya fisik yang mulai berubah.

Mengelola emosi

Orang tua juga perlu membantu anak mengelola emosi. Wajar jika anak mengalami PMS (premenstrual syndrome) sebelum atau saat haid. Sikap yang tak tenang, gelisah, tangisan tanpa alasan, marah, dan sebagainya. Katakan bahwa anak dapat mengatasinya dengan berolahraga ringan atau mengalihkan perhatian pada kegiatan yang positif. Terpenting, bantu anak menerima menstruasi sebagai peristiwa yang alami. Tidak menolak apalagi menghindar yang berujung pada emosi yang tidak stabil.

Mengurusi menstruasi dengan mandiri

Siapkan anak agar dapat mengurusi menstruasinya secara mandiri. Memilih tampon atau pembalut sesuai kenyamanan, cara membersihkan darah, merawat area vagina, mengingat tanggal haid setiap bulan, berapa lama, serta lain-lain. Memanfaatkan menstruasi pertama untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab.

Konsekuensi pergaulan

Terangkan pula bahwa anak perlu lebih berhati-hati dalam pergaulan. Sebab anak yang telah menstruasi dapat hamil, walau mengalaminya di usia dini. Ingatkan etika gaul yang sehat dengan lawan jenis. Termasuk menerangkan konsekuensi yang harus ditanggung bila anak melewati batas-batas pergaulan yang tidak diinginkan.

Boleh dan tidak boleh

Di usia yang masih belia, anak mudah jadi bingung dan rentan percaya pada hal-hal tertentu berkaitan dengan haid yang diterimanya. Karenanya, jelaskan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama menstruasi berlangsung. Seperti aman tidaknya mengonsumsi jenis makanan tertentu atau batasan gerak fisik yang boleh dilakukan. Jadi, anak tetap tenang dan lebih siap menjalani hari-hari haid pertamanya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments