12

Jadi Pembaca Cerdas Tangkal Hoax

Fenomena merebaknya berita palsu atau hoax semakin mengkhawatirkan. Menyasar semua umur untuk mempercayainya. Padahal selain bohong, hoax juga tidak mengandung manfaat sama sekali. Jadi pembaca harus lebih cerdas menangkal berita yang ia terima.

Hoax memang terbukti tidak membawa kedamaian. Banyak konflik dan perpecahan terjadi karena menyakini kebenaran isinya. Pihak yang disebut-sebut merasa dirugikan, tapi tidak mudah mengklarifikasi fakta yang ada. Sedang internet atau media sosial menjadi ladang yang empuk menyebarluaskan berita tanpa kontrol yang berarti.

Di Indonesia sendiri, menurut suatu penelitian, berita palsu yang paling dipercayai menyangkut masalah ekonomi dan finansial. Tidak mengherankan jika korban investasi bodong begitu tinggi. Sekali menjanjikan iming-iming yang menggiurkan, massa langsung berbondong-bondong berinvestasi. Di samping itu, banyak pula isu-isu lain yang gampang diyakini, seperti masalah keagamaan yang dinilai sebagai persoalan sensitif.

Diduga semua ini karena minimnya minat literasi di kalangan masyarakat sendiri. Tanpa konfirmasi ulang, berita yang diterima langsung disebar ke lingkungan sekitar. Terlebih informasi yang dibaca berulang-ulang, sekalipun tidak mengandung unsur kebenaran sama sekali, akan diyakini sebagai fakta yang benar-benar terjadi. Rugi bagi diri sendiri, rugi pula bagi orang-orang yang terimbas dampaknya.

Tahu cara akses informasi yang benar

Informasi yang benar tidak akan menyulitkan pembacanya. Berbeda dengan kabar bohong yang sering dibuat pihak tertentu. Demi mengamuflase niat kebohongan, mereka akan membuat link tampak seperti umumnya. Namun lebih berbelit-belit hingga membuat Anda tak langsung sampai pada isi berita. Mesti melewati serangkaian tahapan. Waspada terhadap link berita atau URL yang Anda terima.

Saring sebelum sharing

Saring sebelum sharing jadi langkah membuat berita hoax berhenti di tempat. Seleksi informasi berupa tulisan, foto maupun video sebelum Anda ingin berbagi kepada yang lain. Hoax sering ditandai dengan judul yang bombastis, langsung mengarahkan tuduhan tanpa banyak alasan, juga memberikan alternatif pada pembaca untuk melihat dari sudut pandang lainnya.

Pahami, analisa, verifikasi

Jika Anda menerima suatu informasi, coba pahami isinya. Apakah relevan, bagaimana logika yang dibangun, dan intip kembali sumbernya dari mana. Anda bisa membandingkan informasi sejenis dari kanal berita yang berbeda-beda. Sehingga nanti akan tampak akurat tidaknya. Anda pun tidak terkecoh dan terperdaya oleh berita yang seharusnya tak perlu dipercaya.

Evaluasi

Sebelum benar-benar ingin berbagi, renungkan kembali untung ruginya. Dapat lebih besar manfaat dibanding risiko yang muncul. Namun dapat pula sebaliknya yang terjadi. Hati-hati juga jika berbagi berita hanya diniatkan untuk bercanda. Tetapi bagi yang lain dianggap melecehkan atau menyentuh hal-hal yang masih dinggap tabu. Pertimbangkan masak-masak sebelum Anda membawa kerugian bagi diri sendiri.

Kampanye positif pada orang lain

Stop hoax dengan mengajak orang lain untuk tidak menyebarkanluaskan. Kampanye yang positif melalui ajakan dalam forum atau komunitas. Dalam lingkup yang lebih kecil, Anda dapat mengingatkan keluarga dan teman-teman. Berawal dari kita, berdampak bagi semua. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments