05

Jatuh Cinta Lagi pada Pekerjaan

Seiring waktu yang berjalan, bisa saja pekerjaan yang dulu begitu kita cintai kini jadi benci. Malas-malasan, bosan, tidak lagi ada gairah mengerjakan. Dan bukan pula perkara mudah mengembalikan perasaan untuk mencintainya kembali.

Mengapa bisa sampai demikian? Penyebabnya bisa banyak sekali. Tak lagi suka karena aktivitas pekerjaan yang monoton, gaji yang kecil, atasan dan rekan-rekan yang menyebalkan, tiada kejelasan jenjang karier, dan sebagainya. Termasuk minimnya apresiasi dari keluarga atau orang-orang terdekat. Sehingga kini Anda membenarkan pandangan mereka bahwa pekerjaan sekarang memang layak dibenci.

Saat seseorang terus menerus membenci pekerjaannya, hasilnya adalah stres. Lalu merambah pada situasi emosi yang lain. Marah-marah tidak ada pangkalnya, kata-kata kotor yang salah arah, menggerutu tanpa henti, serta masih banyak lagi.

Dan akhirnya, bukan saja diri sendiri yang merugi. Tetapi juga orang-orang yang berada di sekeliling Anda. Terutama rekan kerja dan keluarga. Atau barangkali pasangan dan anak di rumah yang sudah menunggu-nunggu kedatangan Anda, namun yang didapati hanya omelan dan hardikan tanpa alasan yang jelas.

Singkirkan apa yang dibenci

Mari pikirkan sejenak saja. Apa sumber yang membuat Anda benci dengan pekerjaan sekarang? Gaji yang kurang besar, toilet yang kurang bersih, tuntutan atasan yang terlalu tinggi, gosip tidak benar dari rekan-rekan, atau apa?

Setelah Anda menemukannya, coba sekarang pelan-pelan diselesaikan. Mengutarakan apa yang diinginkan agar ada perubahan. Jadi Anda tidak berdiam diri dan tetap memendamnya.

Tambahkan apa yang Anda suka

Ganti dengan menambahkan apa yang Anda suka. Bisa saja, ternyata yang Anda butuhkan hanya hal-hal sederhana. Seperti mengganti interior ruangan, menu makan siang, jam masuk kerja, atau hal lain. Ingat kembali semangat dan energi yang selalu penuh mewarnai di awal-awal Anda masuk kantor dulu. Mengapa kadar semangat yang sama tidak Anda pasang juga untuk sekarang ini?

Jangan salahkan pekerjaan dan orang lain

Di sisi lain, tak perlu menyalahkan jenis pekerjaan dan orang lain. Karena perasaan cinta dan benci datang dari diri sendiri. Memang benar, faktor dari luar bisa memengaruhi emosi. Tapi sudah seharusnya pula kita memasang kontrol dan kesadaran. Tetap fokus dan selesaikan tanggung jawab dalam pekerjaan.

Setiap hari adalah terbaik

Setiap hari adalah yang terbaik. Kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tidak ada hari buruk atau hari sial. Hari yang selama ini dipandang tidak membawa peruntungan. Padahal mungkin saja yang terjadi usaha Anda yang masih minim. Keluarkan segala daya upaya yang Anda punya, lalu pasrahkan diri bagaimana hasil yang tercapai.

Tetap syukuri dan jalani

Mau sampai kapan membenci? Mari ubah sudut pandang. Pada pekerjaan yang telah mendatangkan banyak rezeki, bertemu banyak relasi, mungkin bertemu jodoh, dan membanggakan orang tua dan sanak saudara. Juga pekerjaan yang telah membuat Anda bisa berlibur tanpa harus mengeluarkan biaya. Cobaan dalam setiap pekerjaan akan terus ada. Tak perlu lari. Tetap syukuri dan jalani dengan sepenuh hati. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments