02

Waspadai Penyakit Menular pada Ibu Hamil

Sehat tidaknya bayi sangat tergantung kondisi sang ibu. Oleh karenanya, kesehatan ibu menjadi nomor satu. Sebisa mungkin terus dalam keadaan prima. Dan, tidak terhinggapi oleh virus penyakit menular yang mengancam keselamatan janin di dalam kandungan.

Pasalnya, efek samping dari penyakit menular yang diderita ibu hamil tidak main-main. Mungkin terlihat sederhana pada diri ibu. Namun tidak bagi bayi. Selain menyebabkan kematian, bayi juga terlahir dalam kondisi cacat.

Tapi jangan panik dan khawatir berlebihan. Ibu hamil dapat melakukan tindakan pencegahan dini agar senantiasa terhindar dari infeksi atau penyakit menular. Dimulai dari cuci tangan setelah beraktivitas. Terutama pasca dari toilet, memotong sayuran dan daging yang masih mentah, menyentuh kotoran, serta selesai bermain dengan anak. Selalu mengkonsumsi makanan yang matang dan hindari susu yang tidak dipasteurisasi.

Khusus terkait dengan binatang, ada baiknya ibu hamil tidak berkontak langsung. Tidak intens terkena bulu, air liur, maupun kotorannya. Di samping itu, dapatkan imunisasi vaksin yang penting, seperti tetanus, hepatitis, dan meningitis. Proteksi yang optimal makin menyempitkan jalan virus merajalela bagi ibu bayi.

Cacar air

Perubahan hormon pada ibu hamil membuat daya tahan tubuhnya menurun. Ibu hamil yang sebelumnya pernah mengalami cacar air, bisa mengalaminya lagi. Bahkan makin meningkat untuk ibu yang belum pernah sama sekali terkena. Jika sampai kena, bayi juga rentan dibuatnya. Perkembangan fisik janin mengalami kerusakan. Akibatnya saat lahir bayi bisa  memiliki tubuh yang tak sempurna, atau mengalami kelainan pada otak.

German Measles atau Rubella

Rubella memang ganas sekali. Gejalanya seperti flu biasa, tapi dampaknya sangat massif bagi bayi. Otak bayi tidak berkembang sempurna, di mana akhirnya berpengaruh pula pada masa tumbuh kembangnya. Sistem imun terganggu, dengan tanda jantung mudah bocor dan aneka penyakit lainnya. Ibu hamil yang terkena di trisemester pertama lebih merasakan dampak yang luar biasa, dibanding saat trisemester akhir. Sebisa mungkin jauhi orang-orang yang sedang sakit campak selama masa kehamilan.

Hepatitis

Jenis hepatitis yang sering mengancam adalah A, B, dan C. Ketiga jenis ini menular pada bayi. Memicu kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah, keguguran spontan, sampai tahap mortalitas.

Penyakit menular seksual

Ada beberapa penyakit menular seksual yang menjadi ancaman nyata. Contohnya syphilis dan herpes simplex. Akibat hubungan seksual yang tak sehat, diteruskan oleh aliran darah pada bayi. Beberapa kasus menyebabkan kelumpuhan otak (cerebral palsy) dan kebutaan permanen. Tak menutup kemungkinan terjadi infeksi pada alat kelamin, mulut dan kulit begitu bayi dilahirkan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments