30

Uang Elektronik Lebih Menarik?

Kemudahan transaksi pembayaran semakin terasa berkat hadirnya uang elektronik. Hanya tinggal menempelkan kartu atau menekan tanda di layar ponsel, keperluan Anda sudah terbayar lunas. Posisinya kian hari kian mendominasi di segala lini.

Contohnya bank Mandiri dengan e-money, BCA dengan Flazz-nya, BNI dengan TapCash, dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan aplikasi transportasi online seperti Gojek yang memiliki GoPay. Termasuk toko online Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee.

Uang elektronik disebut juga dengan uang digital. Aliran uang ini berpindah tangan dengan mengandalkan jaringan internet atau komputer. Karenanya disebut elektronik. Sampai saat ini, jumlah uang yang bisa disimpan masih tergolong kecil. Beberapa kartu elektronik memberikan batasan hanya sampai di angka satu juga rupiah saja.

Uang elektronik juga tergantung sepenuhnya pada pemilik kartu. Tanpa perlu password atau PIN, pengguna dapat memaksimalkan kartu hingga saldonya berkurang. Sayangnya, uang yang telah masuk ke akun, tidak dapat dicairkan kembali. Walau begitu, tidak ada masa kadaluarsa. Artinya uang tetap berlaku digunakan tanpa batas waktu.

Permintaannya pun semakin meningkat. Selain karena kemudahan yang ditawarkan, juga banyaknya area publik yang menuntut penggunaan uang elektronik. Jadi mau tidak mau, konsumen juga mesti menyiapkan uang elektroniknya sendiri.

Mempercepat pembayaran

Tujuan adanya uang elektronik memang untuk menciptakan cashless. Tidak ada uang tunai, atau antrian menunggu uang kembalian. Juga tidak perlu repot mengisi ke kasir, layaknya membeli pulsa. Berbekal genggaman di ponsel, uang elektronik otomatis terisi.

Tak ada uang tunai juga tidak akan merepotkan. Justru kadang lebih aman dari ancaman tindakan kriminal. Kalaupun kartu hilang, beberapa pengamat menilai, angka kerugian yang harus ditangung tidak besar. Sebab nominal isi kartu sengaja dibuat kecil.

Berbeda dengan kartu kredit

Kartu uang elektronik berbeda dengan kartu kredit atau debit. Tapi tidak bisa disebut sebagai tabungan. Ia semacam dana cadangan yang bisa dibawa ke mana saja untuk memenuhi kebutuhan. Belanja barang atau untuk memperoleh layanan jasa.

Uang yang tertera juga tidak dikenakan bunga. Tapi ada beberapa penerbit yang membebankan biaya isi ulang bagi penggunanya.

Multifungsi

Fungsinya banyak sekali. Merambah banyak kegiatan transaksi. Di antaranya memesan transportasi online, membayar kendaraan umum seperti KRL dan busway. Juga untuk membayar listrik, BPJS, jalan tol, berbelanja di supermarket atau minimarket, mendapatkan tiket masuk lokasi pariwisata, dan lain-lain. Praktis dan mudah dipindahtangankan tanpa harus melakukan registrasi ulang.

Pastikan terdaftar di BI

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sampai sekarang belum memberikan perlindungan terhadap hak dan kewajiban terkait uang elektronik. Namun jangan sampai Anda kecolongan. Pastikan uang digital yang Anda punya terdaftar di Bank Indonesia. Setidaknya mengurangi risiko yang bisa dicegah sejak awal.

Andalan di masa depan

Melihat perkembangan yang kian pesat dan animo masyarakat yang tinggi, diramalkan kehadiran uang elektronik akan terus eksis. Apalagi manfaatnya berkorelasi positif dengan aktivitas publik yang semakin dinamis. Menjawab tantangan pergerakan finansial dan tak repot-repot membawa uang tunai ke sana ke mari. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ ETALASEBINTARO

Comments

comments