29

Momen Tepat Berbahasa Gaul di Kantor

Bahasa gaul memang tidak terhindarkan. Penuturnya bukan saja kalangan anak-anak remaja. Tetapi telah merambah ke segala usia. Termasuk mereka yang bergelut dalam dunia kerja. Namun, supaya tetap beretika, ketahui aturan penggunaannya.

Sebab bagaimanapun bahasa gaul bukan bagian dari bahasa yang resmi. Bahasa yang dianggap tidak serius dalam mengiringi aktivitas kantor yang tidak main-main. Bila tidak diatur penggunaannya, akan memberikan implifikasi yang cukup kompleks. Pada citra perusahaan maupun pada karyawan itu sendiri.

Apalagi bahasa gaul erat diiringi sikap yang jauh dari kata formal. Gestur tubuh yang dalam dunia kerja tidak bisa dikatakan profesional. Di mana cenderung mengarahkan persepsi pihak luar pada penilaian negatif. Atau kurang menyakinkan dan belum berpengalaman.

Sebelum bahasa gaul dituturkan sehari-hari, seorang karyawan juga mesti hati-hati. Terutama efeknya pada dirinya dan relasi dengan rekan-rekan semua. Saat bahasa gaul terlalu mendominasi, seseorang mudah mendapat cap tidak tahu etika, kurang sopan, dan mengabaikan tata krama pergaulan.

Tetapi jangan berpikir bahasa gaul sebagai bahasa terlarang di kantor. Dalam porsi tertentu justru menjadi pereda ketegangan di sela-sela kesibukan. Memecah keheningan sebagai hiburan di kala banyaknya deadline yang harus dikejar. Pemecah kekakuan di meeting yang menegangkan. Juga dapat menjadi ukuran fleksibel tidaknya seseorang dalam berinteraksi.

Saat santai

Saat santai sepertinya menjadi saat yang paling tepat menggunakan bahasa gaul. Terlebih waktu santai berlangsung di luar area kantor. Seolah tanpa ada halangan sama sekali. Tetapi tentu demi kebaikan bersama, sebaiknya tetap tunjukkan sikap yang sopan sembari berkomunikasi dengan bahasa gaul.

Saat santai pula, bahasa gaul bisa Anda arahkan pada sesama rekan, dan juga pada atasan. Dalam kesempatan seperti ini, bahasa gaul bisa menjadi jembatan untuk saling mengenal satu sama lain. Bahasa yang mampu mengubah suasana jadi lebih bersahabat dan hangat.

Menerangkan bagian yang sulit dimengerti

Adakalanya bahasa gaul menggantikan bahasa resmi dalam menerangkan hal-hal tertentu yang sulit dipahami. Sebab bahasa gaul lebih mudah sebagai narasi menjabarkan sesuatu dan menggambarkan contoh. Sehingga orang lain yang Anda ajak bicara lebih cepat menangkap maksud yang ingin diutarakan. Setelah bagian menerangkan usai, Anda dapat kembali memakai bahasa resmi dalam rangkaian percakapan.

Hindari di pertemuan resmi

Waspada jika Anda akan berbahasa gaul di pertemuan resmi. Seperti rapat internal atau bertemu klien. Karena bahasa gaul sering menimbulkan interpretasi berbeda dari arti awalnya. Bisa-bisa ada salah paham memaknai isi kerja sama. Atau adanya efek samping yang seharusnya tak perlu terjadi. Gunakan seperlunya, namun usahakan tetap tidak mengurangi makna yang sebenarnya.

Tidak pada interaksi non-lisan

Hindari mengabadikan kata-kata gaul dalam tulisan. Baik dalam tugas keseharian, laporan, surat menyurat, aplikasi obrolan, press release, media sosial, dan email. Berkorespondensi bermodal bahasa gaul kurang dikehendaki dalam dunia kerja. Selain tidak menjadi cerminan profesional, juga sering kali dinilai sebagai karakter yang kurang berkompetensi. Jadi, bahasa resmi adalah pengantar tunggal dalam komunikasi non-lisan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments