28

Daftar Negara yang Tak Ramah pada Turis

World Economic Forum (WEF) merilis data teranyar negara-negara yang tak ramah pada turis. Daftar ini termuat dalam Travel and Tourism Competitiveness Report 2017. Di mana bisa Anda manfaatkan sebagai referensi, sebelum memilih lokasi liburan ke luar negeri.

Penobatan sebagai negara tak aman berdasar dari ketidakamanan internal negara itu sendiri. Sebagian karena banyaknya pelaku kriminal, penculikan, perdagangan narkoba, cuaca ekstrem, hingga dikenal sebagai sarang teroris. Faktor yang membuat liburan wisatawan berubah menjadi ajang buruk untuk dikenang.

Jadi ada baiknya Anda meneliti kembali daerah yang akan dikunjungi. Jika ingin tetap datang, sebaiknya tidak pergi sendiri. Ajak teman dan pergi bergerombol. Jauhi rute perjalanan di malam hari, berjalan sendirian di tempat yang sepi, dan jangan pernah percaya pada orang yang baru dikenal di sana. Pilih agen wisata yang sudah berpengalaman dan patuhi aturan yang telah dibuat untuk para turis. Demi keamanan bersama dan keselamatan diri sendiri.

Yaman

Konflik politik internal dan permusuhan dengan negara tetangga membuat Yaman tidak aman dikunjungi. Di sini banyak tertanam ranjau darat dan serangan udara mendadak. Bahan pangan dan air bersih bagi penduduk setempat masih belum mencukupi. Ditambah pengelolaan daerah wisata yang jauh dari kata layak.

Pakistan

Konflik agama menjadi faktor terbesar ketidakamanan di Pakistan. Serentetan kekerasan terhadap kelompok agama tertentu masih berlangsung hingga saat ini. Pemerintah Pakistan sendiri masih membatasi kebebasan berbicara. Belum lagi bersarangnya beberapa kelompok teroris yang dinilai bisa mengancam keselamatan turis sewaktu-waktu. Di samping adanya pembatasan orang asing yang masuk ke negara ini.

Negara di Afrika

Afrika menduduki benua dengan negara tak aman paling banyak. Mesir, Nigeria, Kongo, Afrika Selatan, Kenya, Mali, dan Kongo. Bahkan bisa dikatakan hampir seluruhnya. Penyebabnya adalah kemiskinan yang ekstrem di mana kelompok pengangguran begitu tinggi dan rentan menjadi pelaku kejahatan. Padahal Afrika menyimpan keindahan alam yang sangat eksotik.

Amerika Latin

Sebagian negara-negara di Amerika Latin juga dikategorikan tak layak dikunjungi. Kolombia, El Salvador, Venezuela, Honduras, Jamaika, dan Guatemala. Kasus pembunuhan menjadi fenomena yang biasa terjadi setiap harinya. Jaringan kartel narkoba begitu merajalela. Tindakan sadis menjadi jawaban bagi pihak-pihak yang dirasa mengganggu aktivitas mereka. Termasuk pembunuhan, pemerkosaan, dan mutilasi dalam keadaan hidup.

Thailand

Siapa sangka Thailand masuk dalam daftar? Ternyata dalam 13 tahun terakhir, telah terjadi 6.500 angka kematian karena kekerasan. Didominasi provpinsi Yala, Pattani, Narathiwat, dan Songkhla. Pelaku kekerasan banyak menyerang dengan mengendarai sepeda motor dan selanjutnya melukai dan merampas barang-barang yang dibawa oleh turis. Darurat militer pun sering digelar untuk mengamankan keempat kawasan ini.

Filipina

Bentuk kriminal yang sering berlangsung berupa penculikan orang asing. Para penculik dapat menawan sandera hingga waktu yang lama bila tebusan yang diajukan tidak dikabulkan. Khususnya di Kepulauan Sulu dan Laut Sulu Selatan. Penembakan di tempat umum dan peledakan bom akhir-akhir ini juga sering mewarnai. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments