24

Seberapa Perlu Berteman dengan Sesama Orang Tua?

Saling mengenal karena anak-anaknya berada di dalam kelas yang sama memang biasa. Namun, apakah penting pertemanan di antara orang tua? Sama seperti pentingnya pertemanan di antara anak-anak mereka?

Tentu jawabannya sangat relatif. Tergantung dari pandangan pribadi masing-masing. Namun hubungan dan interaksi di antara orang tua tidak bisa dianggap sederhana. Tidak bisa hanya dimaknai sebagai sekadar perkenalan dan acara-acara santai mengisi waktu saja.

Pertemanan yang sehat di antara orang tua akan mencerminkan budaya keluarga di sekolah. Berkorelasi positif pula pada edukasi yang sedang ditempuh oleh anak. Tidak hanya merasa cukup menitipkan anak, namun orang tua dapat menjadi pihak yang berkontribusi aktif dalam dunia pendidikan. Tidak terlepas menjadi bagian yang asing, namun menyatu sebagai warga sekolah seutuhnya.

Dan jangan lupa terjebak bahwa orang tua yang bekerja tidak dapat melakukan interaksi sebagai teman. Ada banyak sarana serta kecanggihan teknologi yang dapat memfasilitasi. Seperti aplikasi percakapan dan pergerakan media sosial yang bisa dioptimalkan.

Karena kepentingan yang sama

Berteman karena kepentingan yang sama, justru perlu diapresiasi. Bukan memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi, namun di sini sesama orang tua dapat mewujudkan cita-cita bersama. Seperti harapan akan sistem pendidikan yang ingin didapatkan untuk anak-anak, perubahan yang ingin diraih, dan sebagainya. Ada banyak kepentingan yang bisa menjadi jalan untuk saling mengakrabkan diri.

Tergabung dalam satu komunitas

Mengapa harus merasa asing dalam satu komunitas? Dari perkenalan penyebutan nama diri sendiri dan anak, bisa dikembangkan ke obrolan-obrolan yang hangat. Jadi komunitas yang terbentuk karena satu kelas tidak berjalan dengan basa-basi. Tetapi hangat dan bersahabat.

Kebutuhan bersosial

Berteman juga untuk memenuhi kebutuhan bersosial. Hal yang terkadang tidak bisa ditolak, dihindari, atau sengaja dihapus dari kehidupan pribadi. Sebab orang tua pada dasarnya juga makhluk sosial yang membutuhkan pergaulan. Apalagi jangan sampai ketinggalan akan informasi terkini di sekolah dan hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas belajar anak-anak.

Menyamakan visi dan misi

Pertemanan juga bermanfaat untuk menyamakan visi dan misi. Baik untuk sekolah, maupun dalam hubungan anak dan orang tua sendiri. Karena hubungan antara orang tua dan anak juga memengaruhi suksesnya lingkungan belajar yang sehat di sekolah.

Sepakati apa saja yang seharusnya sama-sama diberlakukan untuk anak-anak di rumah. Agar diterapkan pula di sekolah. Misalnya tidak merisak teman, saling berbagi kebaikan, menjunjung tinggi perbedaan, menanamkan pengetahuan seks sejak dini, serta lain sebagainya.

Membentuk kultur sekolah

Pertemanan di antara orang tua yang kuat akan menjadi kultur baik bagi sekolah. Bagi lingkungan internal, sekolah dan orang tua dapat berjalan secara selaras. Saling mengawal dan memberikan dukungan akan program edukasi yang ada. Contohnya melalui pelibatan orang tua secara aktif. Sekolah dapat meminta masukan dan saran demi peningkatan kualitas dari masa ke masa.

Bagi pihak luar, relasi pertemanan yang sudah terjalin ini akan dianggap sebagai kultur yang membangun. Meletakkan posisi orang tua sebagai bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sekolah. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments