23

Langkah Mudah Menghitung Pajak Sendiri

Tidak ada salahnya mengetahui cara penghitungan pajak. Terutama pemotongan untuk pajak penghasilan. Walau pada dasarnya sudah terhitung otomatis oleh perusahaan atau kantor pajak.

Jika kelak ada kondisi yang tidak menguntungkan, Anda sudah siap dengan perhitungan pribadi. Otak-atik angka yang bisa Anda ajukan langsung untuk dibandingkan. Sehingga mencegah terjadinya kecurangan atau ketidaksengajaan dalam pengurangan. Misalnya trejadi akibat data pribadi yang salah, lalu menghasilkan angka pajak yang keliru.

Di sisi lain, mengetahui besarnya jumlah pajak yang harus tiap tahun bermanfaat untuk perencanaan finansial. Upah bersih yang didapat, setelah adanya potongan ini dan itu, Anda dapat diatur dengan seksama. Tak lagi terbayang-bayangi oleh berapa kepastian nilai yang harus dikeluarkan oleh pajak. Atau kekhawatiran berlebihan tidak mampu membayar. Sebab pajak tentu tidak akan melebihi jumlah gaji yang kita terima secara keseluruhan.

Berkaca pada UU No 36, aturan Pajak Penghasilan (Pph) pasal 21 hampir sama setiap tahunnya. Perhatikan hal krusial, seperti penghasilan kena pajak (PKP) dan penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Dua faktor ini menjadi semacam penentu berapa kisaran pajak yang harus dibayar.

Total penghasilan kotor setahun

Sebagai langkah pertama, akumulasi semua penghasilan kotor setahun. Apa saja? Yakni selain gaji pokok, juga terdiri dari tunjangan, bonus, tunjangan hari raya (THR), dan upah lembur. Begitu pula dengan iuran BPJS dan premi asuransi yang dibayarkan oleh perusahaan wajib dimasukkan dalam penghasilan kotor.

Untuk tunjangan, agar tidak salah Anda dapat mengecek di bagian personalia. Namun biasanya meliputi tunjangan transportasi, tunjangan perumahan, untuk anak dan istri, serta lain-lain.

Jumlah penghasilan tidak kena pajak

Lalu lanjutkan dengan menghitung penghasilan tidak kena pajak. Bagian ini disebut juga dengan sebutan lain, tepatnya pengurang pajak. Di antaranya ada biaya jabatan, biaya pensiun, iuran BPJS yang ditanggung sendiri, dan jaminan hari tua.

Biaya jabatan ditetapkan sebesar 5% dari gaji pokok. Sedang iuran pensiun 2% dari upah inti per bulan. Untuk jaminan hari tua diambil 5,7% dari gaji pokok. Dipecah menjadi 3,7% sebagai tanggungan perusahaan, dan sisanya sebesar 2% ditanggung karyawan sendiri.

Besarnya PTKP juga ditentukan status pemilik gaji. Masih single atau sudah menikah. Menikah dengan satu anak atau lebih, dan sebagainya, turut memengaruhi besar kecilnya pengurangan pajak.

Hitung penghasilan bersih

Langkah ini tidak rumit. Setelah Anda mendapatkan angka-angka tadi, selanjutnya tinggal jumlah penghasilan kotor dikurangi jumlah penghasilan tidak kena pajak. Dikurangi lagi dengan iuran jabatan dan pensiun. Dengan catatan, jika ada. Hasil akhir setelah melewati rangkaian pengurangan-pengurangan tadi adalah penghasilan netto.

Hasil akhir, pajak

Untuk mendapat angka pajak yang pasti, Anda cukup mengkalikan penghasilan netto dengan tarif pajak penghasilan yang sedang berlaku. Misalnya 10% per tahun. Akan didapat nilai pajak penghasilan yang mesti dibayar selama setahun. Jika Anda ingin mengetahui pajak penghasilan tiap bulan, angka pajak per tahun dibagi dengan 12. Mudah dan sederhana kan? (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments