21

Etika Dinas ke luar Kota dengan Atasan

Dinas ke luar kota bisa berbeda rasa saat bersama atasan. Tak lagi sama seperti dengan rekan-rekan. Maka mau tak mau, persiapan harus dilakukan. Anda mesti mengetahui etika dan hal-hal yang harus sepenuhnya dijaga.

Langkah ini bukan saja untuk menjaga citra diri di mata atasan. Namun juga untuk menunjang suksesnya urusan kerja yang sedang dikerjakan berdua. Terlebih tanggung jawab mungkin sepenuhnya terletak di pundak Anda dan jauh dari bantuan teman-teman di kantor. Sehingga sukses tidaknya akan kembali pada performa diri.

Di samping itu, Anda juga perlu menyesuaikan sikap dengan karakter yang dimiliki atasan. Bersyukur jika sedikit banyak sama. Namun banyak pula yang sangat kontras berbeda. Barangkali mudah marah, selalu minta dilayani, jauh dari sifat sabar, suka menggertak, perfeksionis, dan sebagainya. Strategi tertentu harus diluncurkan untuk menenangkan hatinya.

Materi kerja

Selain persiapan teknis di luar kota, kuasai materi kerja. Terutama bahan diskusi, pokok-pokok presentasi, aturan dalam pembuatan kontrak kerja dengan klien, serta lain-lain. Jangan lupakan medan atau hal-hal di luar materi, tetapi tetap mendukung kelancaran urusan pekerjaan.

Jika memungkinkan, pelajari keadaan sosial ekonomi dan lokasi geografis yang akan dituju. Bagaimana karakter pihak-pihak yang akan ditemui. Juga apa yang bisa ditindaklanjuti agar kerjasama dengan mitra di luar kota tetap langgeng.

Ketika atasan bertanya, maka jawaban yang mantap bisa segera diberikan. Citra positif siap disandangkan pada Anda. Tapi jadi berbeda jika Anda tak siap sama sekali.

Kesehatan

Jaga kesehatan sebelum berangkat dan selama di sana. Atasan membutuhkan bantuan dari karyawan yang prima. Bahkan siap mengeluarkan tenaga selama 24 jam dan siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Tetap perhatikan pola makan dan jam istirahat. Sehingga kapanpun atasan memanggil, Anda selalu siap sedia.

Sikap dan tata bahasa

Karena tidak bisa leluasa, ditambah bayang-bayang nilai tata krama, sebaiknya Anda menggunakan sikap dan bahasa yang sopan. Fungsinya, guna menjaga komunikasi tetap lancar dari dua arah. Tidak salah bila ingin bercanda, tetapi seperlunya saja.

Hindari terlalu sering membicarakan tentang diri sendiri. Atau memberikan penilaian pada kinerja rekan-rekan lain yang seharusnya tak perlu. Bukan disanjung, mungkin atasan akan menilai Anda sebagai pribadi yang sok tahu dan tidak profesional.

Tetap mandiri

Jangan menggantungkan diri pada atasan. Utamakan sikap mandiri. Bawa bekal pribadi yang barangkali tidak tersedia di sana, siap menjawab pertanyaan yang diajukan, dapat memberikan penjelasan tanpa menunggu atasan, dan masih banyak lagi. Termasuk siap mem-back up segala kebutuhan atasan yang masih terkait dengan kegiatan di luar kota.

Penggunaan waktu

Optimalkan porsi waktu yang sudah dijadwalkan untuk menuntaskan pekerjaan. Jangan sekali-kali kabur. Sebaliknya bila waktu istirahat tiba, izin terlebih dulu. Memang merupakan hak Anda, namun siapa tahu atasan tetap ingin bekerja. Jadi mengapa tidak Anda bantu saja. Bukan merepotkan diri sendiri, tetapi siapa tahu pula, membawa keuntungan yang berharga pada performa diri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments