20

Teknik Meredam Emosi Diri

Ada banyak hal berbeda dengan kita. Hal yang belum tentu disuka. Di mana mudah menyulut emosi dan menampakkan amarah pada diri. Jadi bagaimana meredam emosi?

Tidak harus tersulut dari keluarga atau teman di kantor. Emosi tinggi bisa bersumber dari berita, kondisi lingkungan, pemikiran diri sendiri, tulisan yang berserakan di media sosial, harapan yang tak tercapai, tekanan kerja, dan sebagainya.

Nyalakan alarm untuk berdamai dengan diri sendiri. Menahan gejolak yang dirasa dan tak perlu selalu menunjukkan pada orang lain. Sebab hidup akan jauh lebih nyaman jika kita mampu mengontrol emosi diri.

Diam

Emosi sering dibarengi dengan kata-kata negatif yang tidak perlu. Karenanya saat Anda sudah merasa sangat marah, lebih baik diam. Tunda perasaan untuk tidak mengadakan kontak pembicaraan. Termasuk tidak terburu-buru memberikan komentar di kolom media sosial. Di saat terdiam, ambil posisi duduk agar lebih menenangkan.

Ambil minuman

Ambil minuman untuk membantu. Beberapa tegukkan cairan ke dalam tubuh akan menghasilkan rasa rileks dan jernih berpikir. Pilih air mineral, bukan minuman yang mengandung alkohol atau berkafein. Setelah itu tenangkan diri kembali.

Instrospeksi

Mari sedikit berintrospeksi. Fakta memang menunjukkan bukan Anda yang bersalah, melainkan orang lain. Maka introspeksi di sini berperan untuk flashback ke belakang, adakah faktor dari diri ini yang ikut memengaruhi munculnya kesalahan orang lain tadi? Di mana tanpa disadari telah menjadi elemen pemicu.

Hasilnya, kronologi peristiwa dapat dijabarkan dengan baik. Kesalahan dapat diakui dan disebutkan dengan seimbang. Sehingga meminimalisir kesalahan terjadi secara berulang di masa mendatang.

Evaluasi 

Temukan tempat yang sepi dan lakukan perenungan. Pikirkan kembali mengapa selama ini Anda mudah tersulut emosi. Sudah menjadi sifat bawaan, watak yang terbentuk dari pola asuh di masa lalu, tidak menikmati pekerjaan yang sekarang, atau karena apa? Pasca mengetahui alasan yang tepat, Anda akan lebih mudah mengetahui solusinya. Jalan keluar terbaik bagi diri sendiri maupun untuk orang-orang di sekitar.

Jauhi sementara

Jauhi sementara sumber-sumber pembuat Anda marah. Misalnya urusan rumah tangga yang membuat capek, rekan kerja yang menyebarkan berita bohong, tidak membaca linimasa media sosial sementara waktu, dan lainnya. Langkah sederhana guna sejenak mengajak diri lebih tenang.

Beri toleransi pada mereka

Coba berikan toleransi pada mereka yang selama ini telah membuat Anda emosi. Caranya dengan mengubah sudut pandang baru. Tak lagi menggunakan standar penilaian pada diri sendiri, tetapi dengan menilik asal usul dan mengamati proses pembentukan kepribadian mereka. Berikan rasa iba dan pengertian. Sebab mungkin karena latar belakang dan tata nilai yang tak sama, sebenarnya mereka tak bermaksud untuk menyakiti Anda.

Cari lawan bicara yang sehat

Cari lawan bicara yang sehat. Sebagai pihak yang bisa diandalkan dan memberikan solusi nyata. Dengan kata lain, curhat. Jadi amarah tidak menumpuk dan terus berputar dalam pikiran. Salurkan emosi pada wadah yang tepat, seperti olahraga. Agar pikiran dan perasaan terjaga vitalitasnya dengan optimal. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments