18

Persiapan Utama Tinggal di Daerah Rawan Bencana

Bermukim di area rawan bencana perlu persiapan khusus. Sebab bencana bisa datang kapan saja dan terkadang harus mengungsi.

Bukan sekadar bekal. Tujuan utama dari persiapan ini adalah meminimalisir dampak lanjutan pasca bencana terjadi. Terutama daerah-daerah yang sulit dijangkau akibat tertutupnya akses jalan raya. Misalnya terdampak longsor, gempa, dan tsunami.

Bisa dikatakan mereka yang mempunyai persiapan akan lebih survive dibanding yang tidak. Memahami cara penyelamatan diri sampai bertahan dari rasa kelaparan.

Jadi persiapan bertujuan pula untuk menunjang kelangsungan hidup selama kondisi darurat. Minimal mampu mencukupi kebutuhan selama tiga hari. Jumlahnya mesti dilipatgandakan sesuai banyaknya anggota keluarga.

Kemas semua barang dalam satu wadah yang mudah dibawa. Seperti tas ransel dan box. Ambil kata sepakat bersama tentang letak penempatannya. Tidak dipindah-pindah tanpa ada pemberitahuan pada yang lain. Seperti posisi di dekat pintu utama agar lebih mudah terjangkau, mudah diambil kapan saja, dan terlihat jelas oleh pandangan mata.

Tas siaga bencana

Tas yang sudah berisi barang-barang untuk mengungsi disebut juga dengan tas siaga bencana. Sampai saat ini belum ada ketentuan yang baku. Namun setidaknya memuat kebutuhan hidup dasar. Tepatnya berkaitan dengan pangan.

Selain itu, upayakan Anda membawa obat dan kotak pertolongan pertama, emergency tools, senter, payung atau jas hujan, power bank, serta hand sanitizer. Tambahkan pula dokumen-dokumen penting dan uang tunai.

Ketersediaan tas siaga akan sangat membantu Anda memanfaatkan golden time. Kesempatan emas yang hanya berkisar antara 10 sampai 30 menit. Ketika bencana menghampiri, Anda dapat segera mengungsi. Tak lagi disibukkan dengan urusan mencari barang-barang sebagai bekal, di mana seharusnya sudah disiapkan jauh-jauh hari.

Jenis makanan

Jenis makanan yang akan dimasukkan ke dalam tas siaga sebaiknya yang mempunyai daya tahan lama. Pun langsung dapat dikonsumsi, alias instan, atau tidak memerlukan proses memasak yang lama. Seperti mie instan, air mineral dalam botol, serta susu kaleng.

Pilihan lainnya ialah buah yang telah dikeringkan, biskuit gandum, oat, granola, coklat batang, dan selai kacang. Menu tersebut menjaga nutrisi dan menghasilkan energi bagi konsumennya. Sehingga sangat membantu mengatasi rasa lapar dengan cepat.

Cek kadaluarsa makanan dan minuman secara berkala. Bila dirasa tidak lagi memenuhi standar kualitas, segera ganti dengan yang baru.

Mengerti status peringatan dini

Selain bekal, Anda harus memahami status peringatan dini. Peringatan yang disebarluaskan oleh instansi sah dari pemerintah tentang bahaya yang sedang mengintai. Dikategorikan menjadi awas, siaga, dan waspada.

Masing-masing mempunyai tingkat yang berbeda. Dengan memahami peringatan, Anda juga dapat mengantisipasi kabar burung yang justru sering mengundang kerugian.

Evakuasi mandiri

Cari tahu langkah menyelamatkan diri dengan benar.  Seperti saat rumah bergoyang akibat gempa atau lari dari tsunami. Tetap waspada namun tetap pula tenang. Coba sesekali ikuti latihan penyelamatan diri dari bencana. Jadi semakin memahami bagaimana situasi dan solusinya. Nyawa jadi selamat karena melakukan cara-cara yang tepat. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments